Tetes Mata Bayi

Ternyata, banyak yang masuk blog ini dari google dengan kata kunci "obat tetes mata bayi" dan akhirnya membaca pengalaman saya waktu kerja praktik di apotek. Jadi, akhirnya saya memutuskan untuk membuat artikel mengenai obat tetes mata bayi yang lebih lengkap. Bahan referensi yang saya gunakan masih dari internet, semoga di kemudian hari bisa diperbaiki.
Artikel di bawah ini hanya bersifat informatif.

Tetes mata pada saat bayi baru saja dilahirkan
(sumber: Tom Sample @ Natural Childbirth,)

Bayi yang baru saja dilahirkan, diberikan obat tetes mata. Mengapa?
Pemberian tetes mata dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata bayi. Infeksi? sumbernya dari mana? Sumber infeksi berasal dari saluran kelahiran saat proses melahirkan. Memang ada apa di saluran kelahiran itu? Kemungkinan besar, saat seorang wanita terkena infeksi bakteri penyebab gonorrhhea atau terkena infeksi Chlamydia, bakteri-bakteri tersebut dapat berada di saluran kelahiran. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan kebutaan pada bayi.
Obat tetes mata apa yang diberikan? Yang paling umum diberikan adalah tetes mata eritromisin. Eritromisin memang diindikasikan untuk infeksi Chlamydia dan gonorrhhea dan dapat dikatakan merupakan antibiotik yang paling aman. (AHFS 2005 hal.220, 227, 230).
Jika proses kelahiran dilakukan secara cesar, perlukah bayi diberi tetes mata? Masih banyak argumen, namun saat cairan dari si ibu terkena bayi ditakutkan terjadi juga kontak antara bayi dan zat penginfeksi.
Apa bayi kesakitan saat menerima tetes mata? Tentu akan terasa pedih..
Jadi, apa harus tetes mata ini diberikan pada bayi yang baru lahir? Jika Anda yakin tidak terinfeksi dengan bakteri-bakteri tersebut, hal ini dapat tidak dilakukan. Yang paling baik adalah lakukan konsultasi dengan dokter.
Informasi yang lebih lengkap ada di Natural Childbirth.

Jika mata bayi menjadi berwarna merah
(sumber: baby first year, ivillage)
Bayi terkena konjungtivitis yang merupakan infeksi oleh virus atau bakteri atau karena alergi.

Konjungtivitis yang disebabkan oleh virus, biasanya terjadi pengeluaran air mata yang berlebihan selama terjadinya infeksi. Juga terjadi peradangan yang terlihat pada mata yang menjadi warna merah. Gejala akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu. Untuk mengobati gejala, biasa akan diresepkan kortison atau antihistamin. Infeksi yang disebabkan oleh virus tidak efektif jika diobati dengan antibiotik. Namun, pemberian salep mata eritromisin biasa diberikan karena memberikan efek nyaman pada mata. Pemberian eritromisin tersebut hanya untuk mengobati gejala.

Konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri, biasanya timbul kotoran mata berwarna putih, kuning atau kehijauan). Gejala lainnya adalah mata merah dan ketidaknyamanan. Pengobatan dapat diberikan dengan antibiotik, dengan lama pengobatan 2-3 hari.

Konjungtivitis yang disebabkan karena alergi, biasanya muncul rasa pedih, mata menjadi merah dan terjadi pembengkakkan mata. Pengobatan dilakukan dengan pemberian tetes mata antihistamin atau antihistamin yang diminum.

Pengobatan konjungtivitis dengan ASI???
Sudah lama ASI digunakan untuk mengobati infeksi konjungtivitis. Dalam ASI terdapat IgA yang diketahui dapat mencegah penempelan bakteri pada permukaan mukosa dan membatasi perkembangan bakteri di mata. Cara pemberiannya? Berdasarkan artikel dalam baby first year, sang ibu mencuci tangan dan putingnya dengan air bersih, ASI ditempatkan pada tangan ibu itu, barulah diberikan pada mata anaknya. Pemberian diberikan hingga infeksi menghilang.


Seperti contoh di atas, konjuntivitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau alergi. Sehingga, pengobatan yang dilakukan haruslah sesuai dengan penyebabnya. Agar pengobatan menjadi efektif, lebih baik jika dikonsultasikan dengan dokter. Pada bayi umumnya, diberikan obat mata berupa salep mata karena alasan kemudahan dalam pemberiannya.
------------------



Pesan sponsor




Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

1 comments:

ichan said... Reply

Trims Infonya :D

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)