Asam Asetil Salisilat

Asam asetil salisilat atawa yang terkenal namanya Aspirin.. Saya salah satu pengguna obat hebat ini..hehehehehe. Karena, sejarahnya waktu itu demam, minum parasetamol malah tambah demam. Waduh, udah ga cocok sama parasetamol nih..sedih dehsedih. Karena, baru pertama kali minum tu aspirin, jadinya baca deh petunjuk penggunaannya dan ternyata ada petunjuk ini:
"Tablet dilarutkan dulu sebelum diminum, diikuti dengan minum air yang banyak"

Ya, karena saya udah praktikum sintesis aspirin (baru tingkat 3 waktu itu), saya mikirnya ah masa sih aspirinnya dilarutin dulu? Aspirinnya kan ga akan larut juga (kelarutan di airnya rendah banget). Selain itu, ya tau juga klo di sana ada eksipien tablet yang kayanya ga larut air jugajelir. Sepertinya maksudnya bukan dilarutkan terlebih dahulu, tapi disuspensikan terlebih dahulu. Saat di lab tiba-tiba ada "serangan" sakit kepala. Akhirnya dikeluarkan lah tablet aspirin itu dan saya larutkan dalam sedikit air di dalam tutup botol Aqua.. Apa respon teman-teman saya? "Kok dimasukkin ke air dulu?" ya jawabnya, "Kata di etiketnya gitu".

Baru-baru ini kena "serangan" lagi, sayangnya Aspirin di rumah udah expired dan udah dibuang..adanya Aspilets yang dosisnya cuma 80 mg itu. Tentu saja saya baca lagi cara penggunaannya, soalnya baru make lagi kan. Ternyata itu untuk anak-anak, padahal dikirain yang untuk antiplatelet tea macem CardioAspirin. Seperti yang diketahui kalo Aspilets itu chewable, tentu saja saya kunyah,,,enak dong rasa jeruk. Tapi tidak lama kemudian, ada rasa asem ga enak rasa aspirin itu. Tambahan untuk yang anak-anak ini, si apilets itu boleh dicampur dengan susu atau makanan.

Baiklah, akhirnya tergerak mencari alasan ilmiah kenapa harus dikunyah, minum harus banyak, boleh dicampur susu dan makanan.
Kata di AHFS 2004:
Harus disertai dengan minum yang banyak (240 mL), boleh dicampur dengan susu dan makanan untuk mencegah iritasi lambung.

Kalau kata di Harvard Medical School:

To find out how aspirin works fastest, researchers in Texas asked 12 volunteers to take a standard 325-mg dose of aspirin in three different ways: by swallowing a tablet with 4 ounces of water, by chewing the tablet for 30 seconds before swallowing it, or by drinking 4 ounces of water with Alka-Seltzer.
...
...
By all three measurements, chewed aspirin worked fastest. It needed only five minutes to reduce TxB2 concentrations by 50%; the Alka-Seltzer took almost 8 minutes, and the swallowed tablet took 12 minutes. Similarly, it took 14 minutes for the chewed tablet to produce maximal platelet inhibition; it took Alka-Seltzer 16 minutes and the swallowed tablet 26 minutes (see graph below).

Aspirin yang dikunyah bekerja lebih cepat.

Oo, jadi semua obat dikunyah aja dulu supaya cepet kerjanya...
SALAH BESAR!!! Tidak semua obat boleh dihancurkan. Ada obat (bentuk tablet/kaplet) harus diminum utuh.


Paling tidak untuk sementara dah terjawab..



Pesan sponsor




Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

2 comments:

kacakaca said... Reply

Aspilet buat anak2 toh, kirain juga buat antiplatelet...
Kalau soal iritasi lambung bukannya uda pernah dibahas waktu kuliah farmol sama pak sigit, kalo ga salah...
Alka-Seltzer tuh aspirin juga toh, pernah denger di liriknya Oasis

Grace said... Reply

Iya buat anak-anak..makanya dibikin rasa jeruk :D enak loh Fel....kaya vit.C IPI (awalnya)...

Masa sih? Yang gua inget si aspirin ini kan lbh aman drpd si asam salisilatnya (soal iritasi lambung itu).

Gua cuma copas dr yang harvard itu, mungkin juga itu merk nya ya?

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)