Methylparaben and Various Sugars

Metilparaben merupakan salah satu pengawet yang sering dipilih untuk sediaan berair dengan pH sekitar 4-8 yang digunakan untuk dosis ganda. Kebanyakan sediaan berair tersebut merupakan sediaan yang diberikan melalui mulut. Sehingga, untuk meningkatkan penerimaan obat oleh pasien, maka perlu digunakan pemanis untuk memodifikasi rasa dari obat yang kebanyakan adalah pahit. Pemanis yang sering digunakan adalah gula seperti sukrosa ataupun gula alkohol seperti sorbitol.

Saat ujian apoteker yang lalu, kebetulan saya mendapat soal suspensi kering. Suspensi kering, walaupun saat pembuatan merupakan sediaan yang tidak berair, namun setelah diberikan pada konsumen berubah menjadi sediaan berair (karena direkonstitusikan dulu dengan air). Walaupun sediaan suspensi tersebut akan habis dalam waktu maksimal 7 hari, tetap saja sediaan tersebut termasuk dalam sediaan dosis ganda (dosis berulang). Oleh karena itu, tetap diperlukan penggunaan pengawet.

Persyaratan pH sediaan berdasarkan persyaratan resmi berkisar 5-7,5. Dari informasi lain, disampaikan juga bahwa jika tidak digunakan dapar, sediaan tersebut stabil pada pH 5,8. Sehingga, dalam penentuan pH sediaan yang dibuat dipilih 5,8. Namun, cukup membingungkan juga karena sediaan yang dibuat adalah sediaan kering, bagaimana cara mengatur pH nya ya?

Saat penelusuran pustaka, sayangnya data pH tersebut terluput dari pengamatan saya sehingga pH sediaan tidak ditetapkan oleh saya. Akibat lainnya adalah pemilihan pengawet yang kurang tepat. Saya memilih penggunaan Natrium Benzoat sebagai pengawet yang aktif pada pH kurang dari 5. Saat ujian pembuatan, sediaan yang dibuat ternyata memiliki pH lebih dari 5. Tentunya, saya harus mengganti usulan penggunaan pengawet yang digunakan. Natrium Benzoat jelas tidak akan bekerja pada sediaan tersebut.

Pada menit-menit yang berjalan semakin cepat, keputusan harus dibuat. Sejauh itu, tidak ditemukan pengawet lain yang cocok kecuali pasangan metil dan propilparaben. Karena saya menggunakan sukrosa sebagai pemanis, jelaslah pernyataan "metil paraben bereaksi dengan bermacam gula" menjadi perhatian. Pernyataan dari buku andalan, HOPE, memang hanya sebatas itu. Sehingga, saya membuat hipotesis dadakan untuk membenarkan penggunaan metil dan propil paraben dalam sediaan saya. Saya menuliskan hipotesis sebagai berikut:
Metil paraben dilaporkan bereaksi dengan berbagai macam gula. Pada HOPE 5th tidak disebutkan gula tersebut secara spesifik. Karena sukrosa merupakan gula yang sering digunakan, maka jika sukrosa termasuk dalam kelompok gula yang dimaksud, maka pernyataan tersebut akan menuliskan sukrosa bukan hanya gula.


Kemarin ini, saat berdiskusi dengan asisten AFA yang akan praktikum Likuid Semisolid, kebetulan ada yang bertanya mengenai suspensi kering, dan saya teringat akan perihal metil paraben ini. Menurut beberapa anak di sana, di HOPE 6th jelas tertulis bereaksi dengan sukrosa. Setelah saya lihat, ternyata masih dinyatakan gula. Oleh karena itu, lebih baik ditelusuri pustaka utamanya yaitu,
Ma M, Lee T, Kwong E. 2002. Interaction of methylparaben preservative with selected sugars and sugar alcohols. J Pharm Sci 91: 17151723.
yang bisa diakses di alamat ini.

Berikut pernyataan pertama di abstraknya:
The interaction of methylparaben preservative with selected sugars (glucose, fructose, sucrose, lactose, maltose, cellobiose) and sugar alcohols (lactitol, maltitol) were demonstrated in this study. It was observed that the formation of transesterification reaction products between methylparaben and the selected sugars
occurred only under mild reaction conditions (e.g., pH 7.4 at 50oC ).
Dari penelitian tersebut teramati pembentukan produk transesterifikasi antara metilparaben dan gula-gula tertentu yang dipilih (dan sukrosa termasuk di dalamnya). Transesterifikasi sendiri berarti pertukaran gugus R dari ester dan alkohol. Dalam hal ini, (kalau saya tidak salah...) metil dari metilparaben dengan suatu alkil dari gula. Sehingga membentuk alkilparaben dan gulanya juga berubah gugus alkilnya menjadi metil.

Pernyataan berikutnya:
The chromatogram of the transesterification reaction products of methylparaben with sucrose clearly showed eight peaks, which were likely to correspond to the same number of hydroxyl groups of sucrose.
Jelas disebutkan sukrosa bereaksi dengan metilparaben menghasilkan produk transesterifikasinya. Tapi, itu merupakan pengamatan pada pH 7,4 dan pada suhu 50oC. Nah, kalau pH sediaan bukan pada pH 7,4 apakah masih berlaku reaksi tersebut? Kebanyakan sediaanpun disimpan pada suhu ruangan. Apakah reaksi itu masih berlaku juga?

*Judulnya menggunakan bahasa Inggris supaya kalau ada yang menggunakan keyword dengan bahasa Inggris mungkin bisa sampai di sini...*



Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

4 comments:

meeee4 said... Reply

jadi kesimpulannya gmn G? boleh gak sediaan yg mengandung sukrosa pake pengawet metil paraben yg penyimpanannya di suhu ruang & pH sediaan bukan 7,4?

Grace said... Reply

Hua.. ternyata rekan sejawat yang komen ya :P

Wah ga tau ya Sel.. kudu penelitian dulu.. hehehehe... Itu penelitian yang disitasi HOPE loh.. jadinya udah dipercaya banget pastinya. Sayangnya, di penelitian itu cuma 1 kondisi dan kondisi itu memang ekstrim ya bisa dibilang. Tapi kalau uji stabilitas kan pake suhu segitu juga ya..

Kayanya bisalah ini dijadiin usulan untuk TA anak farmasetik atau analisis hahahahaha....

Era... said... Reply

hahaha...
bener2...
usulin aja gracie..

Grace said... Reply

Hahahahaha, Erano..
Boleh-boleh lah ntar aku bincang-bincang dengan para petinggi di lab...
:P

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)