Distribusi Ukuran Partikel

Penentuan distribusi ukuran partikel dilakukan pada sediaan yang berupa sistem dispersi atau sediaan yang memiliki syarat mengenai keberadaan partikel dengan ukuran tertentu. Sediaan dengan sistem dispersi contohnya adalah suspensi, sedangkan sediaan yang dipersyaratkan keberadaan partikel dengan ukuran tertentu contohnya adalah salep mata.

Untuk sediaan suspensi, penentuan distribusi ukuran partikel bukanlah syarat resmi (bukan persyaratan yang ditetapkan oleh kompendia/Farmakope). Apa tujuan penentuan distribusi ukuran partikel ini? Sebenarnya saya juga kurang paham. Berdasarkan buku Pharmaceutical Dosage Forms, Dispersed System, Vol.2, ukuran dan distribusi ukuran partikel ini penting dalam formulasi untuk menghasilkan suspensi yang stabil secara fisik. Ukuran partikel ini akan mempengaruhi penampilan produk, settling rates (saya ragu apakah ini terjemahan ini tepat: laju pengendapan), absorpsi in vivo, kemampuan resuspensi, dan stabilitas secara keseluruhan.
Namun, tetap saja saya belum menemukan apa tujuan penentuan distribusi ukuran partikel ini. Lalu, mengapa dipersyaratkan memiliki distribusi normal? Apakaha ada hubungannya dengan mikromeritik? Entahlah.. harus baca-baca literatur lagi...

Untuk sediaan salep mata, yang ditentukan bukan distribusi ukuran partikel, tetapi jumlah partikel (partikel logam) yang ada dalam salep mata. Cukup jelas mengapa jumlah partikel dalam salep mata harus ditentukan, mengingat penggunaannya untuk mata, organ yang sangat sensitif. Jumlah partikel berukuran 50 μm atau lebih besar tidak melebihi persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan ini merupakan persyaratan resmi karena tercantum dalam Farmakope Indonesia IV. Untuk prosedur penentuannya secara lengkap bisa dibaca di Farmakope Indonesia IV pada lampiran <1061>.

Ukuran partikel ditentukan dengan bantuan mikroskop dengan lensa okuler dan kaca objek khusus, istilah untuk alat ini adalah ocular and stage micrometer. Penggunaan alat ini sayangnya tidak diajarkan saat di praktikum dahulu, walau sempat dibahas di perkuliahan farmakognosi analitik. Ya, tentunya Anda mengerti kan mengapa justru ada di kuliah farmakognosi analitik. Silakan klik link ini untuk mengetahui cara penentuan ukuran partikel menggunakan mikroskop.


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)