Tidak Ada Lift Menuju Keberhasilan


"Tidak ada lift menuju keberhasilan,
saudara harus menapaki anak tangga"


Begitu melihat tulisan itu tertempel di atas pintu sebuah lift.. saya tahu apa yang harus lakukan saat itu.. Gunakan tangga saja untuk naik ke lantai atas.. hehehehe..


Hari ini, teringat kata-kata itu yang ditujukan bukan untuk "menyindir" para pengguna lift.. tapi memang untuk keberhasilan saya. Hari-hari ini saya sedang mengalami hal yang bisa dibilang tidak lancar. Rasanya anak tangga yang harus saya tapaki itu seperti dari lantai dasar ingin menuju ruang kuliah di 9231 (hahaha, soalnya tadi pagi baru mengenang masa-masa "melelahkan" untuk mencapai ruang kuliah itu..).

Ngomong-ngomong.. tulisan pertamaku saat kuliah rasanya membahas kelelahanku yang teramat sangat, saat ingin mencapai ruang kuliah tersebut, untuk menghadiri responsi praktikum di hari Senin jam 7 pagi yang tidak boleh telat tapi pergi dari rumahnya pas-pasan.. Rasanya kaki hampir patah, hampir kehabisan napas... Untungnya sih masih keburu masuk kelas itu.. fiuh... Rasanya ingin sekali gedung kuliah itu diberi alat canggih yang namanya lift.. hahaha

Mungkin itulah yang saya alami sekarang dalam kehidupan nyata ini... supaya tidak kehabisan napas dan tidak sampai patah kaki.. harus berangkat lebih pagi, kondisi tubuh harus bugar, memanfaatkan setiap informasi di tiap lantainya (seperti yang dilakukan Utin, semua tempelan di tiap lantai dibaca dulu yang sebenarnya sih istirahat maksudnya), tetap tertuju pada tujuan dan akhirnya.. selamat datang di 9231.. Selamat mengikuti kuliah/responsi/ujian.
Tidak ada yang instan dalam keberhasilan.. semua diraih dengan kerja keras dan ketekunan.

There is no elevator to success.
You have
to take the stairs - Unknown



Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)