USM ITB dihapuskan, akibatnya?

Berita penghapusan Ujian Saringan Masuk ITB (USM ITB) ini cukup menghebohkan. Banyak orang yang menyambut gembira hal ini. Namun, ada juga yang kecewa karena "pintu" untuk masuk ITB menjadi semakin sempit. ITB dalam situsnya menyatakan hanya akan menerima mahasiswa program sarjana (program S1) melalui SNMPTN (Saringan Nasional Masuk Perguruaan Tinggi Negeri). Hal ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 34/2010 tentang pola penerimaan mahasiswa baru program sarjana.

Dalam PerMenDikNas tersebut dinyatakan bahwa 60% mahasiswa baru yang diterima oleh universitas harus melalui SNMPTN [tidak termasuk penerimaan mahasiswa warga negara asing], sedangkan 40% nya dapat diterima melalui jalur mandiri [termasuk penerimaan mahasiwa warga negara asing]. Dengan kata lain, sebenarnya jalur mandiri seperti USM ITB itu masih diizinkan untuk diadakan namun diadakannya setelah pelaksanaan SNMPTN. Tidak ditulis jelas apakah pelaksanaan setelah SNMPTN itu artinya sehari setelah SNMPTN sudah boleh diadakan penerimaan jalur mandiri atau harus menunggu pengumuman SNMPTN keluar. Jadwal SNMPTN pun menjadi lebih maju dari biasanya, yang biasanya diadakan pada bulan Juli, sekarang diadakan pada akhir bulan Mei dan hasilnya diumumkan pada akhir bulan Juni.

Pernyataan lainnya dalam jumpa pers oleh ITB, Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z. Abidin selaku Wakil Rektor bidang Komunikasi, Kemitraan, dan Alumni ITB, disebutkan bahwa "ITB akan menerima mahasiswa baru 100% dari SNMPTN dengan komposisi 60% jalur undangan (penjaringan berdasarkan prestasi akademik/PMDK, tanpa ujian) dan 40% jalur ujian tertulis dan keterampilan." . Selain itu terdapat porsi minimal 20% untuk mahasiswa baru yang kurang atau tidak mampu secara ekonomi. "Jadi kemungkinan mahasiswa yang kurang mampu atau tidak mampu di ITB bisa lebih dari 20%,".

Perubahan sistem ini jelas, seperti yang diungkapkan Rektor ITB, Prof. Dr. Akhmaloka, untuk mendukung program pemerintah dan juga untuk menyalurkan subsidi yang diberikan pemerintah kepada mahasiswa yang kurang mampu dan tepat sasaran. (ITB)
Untuk penerimaan mahasiswa FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) dan SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) juga melalui SNMPTN hanya saja masuk melalui jalur kelompok IPS. Khusus untuk FSRD, persentase penerimaan SNMPTN lewat jalur undangan lebih sedikit dibanding fakultas lainnya.

"Kalau yang lain SNMPTN undangannya 40 persen, SNPMTN tertulisnya 60 persen. Kalau FSRD undangannya hanya 20 persen, karena tidak bisa dinilai begitu saja dari nilai rapor. Harus dilihat kemampuan menggambar dan segala macamnya," kata Hassanudin. (detikBandung)

Pertanyaan saya, "Jika ITB menerima 100% mahasiswa program S1 lewat SNMPTN, bagaimana dengan kelas internasional? Apakah kelas internasional ditutup juga?". Sebagaimana tertulis dalam PerMenDikNas tersebut, calon mahasiswa warga negara asing hanya dapat diterima melalui jalur mandiri. Jika ITB meniadakan jalur tersebut dengan kata lain ITB meniadakan kelas internasional juga? Saya belum mendengar maupun membaca pernyataan yang menyangkut keberlangsungan kelas internasional ini.. Hanya saja, secara logika tentunya dengan penghapusan USM menandakan penghapusan kelas internasional juga.

Bagaimana dengan SIMAK UI (Universitas Indonesia) dan SMUP (Universitas Padjadjaran)?
SIMAK UI akan tetap dilaksanakan setelah SNMPTN dengan biaya yang disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa.
SMUP juga tetap dilaksanakan hanya saja, peserta SMUP wajib mengikuti SNMPTN, biaya disesuaikan dengan kemampuan mahasiwa juga,

"Jadi bagi mereka yang mampu, ya bayar lebih tinggi. Jadi nanti akan ada kesediaan membayar lebih," ujar Ganjar (Rektor Unpad).

Namun dia menegaskan kriteria nilai tetap paling penting. "Ya bukan berarti yang bayar mahal lebih prioritas, ya kita lihat hasil nilai SNMPTN nya lah," tandasnya. (detikBandung)
Semoga perubahan ini menjadikan sistem pendidikan yang lebih baik di Indonesia. Juga meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Amin.


Sumber:
detikBandung:
Masuk SBM dan FSRD ITB Kini Lewat SNMPTN Jurusan IPS
detikBandung: Jalur Khusus Unpad Ikut SNMPTN Namun Bayar Lebih Mahal
detikNews: Pemerintah Sediakan Beasiswa Peserta SNMPTN 2011 yang Miskin
detikNews: SIMAK UI Juga Dilaksanakan Usai SNMPTN
Galamedia: ITB Hapus Ujian Saringan Masuk
Institut Teknologi Bandung: ITB Hanya Terima Mahasiswa Program Sarjana Melalui SNMPTN
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 34/2010



Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

1 comments:

Anonymous said... Reply

Bener nh ka , SBM masuk IPS ? :D

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)