Teori Fisika dalam Menyetem Gitar (Guitar Tuning)

Gitar yang menyerupai gitar saya.. Yang punya sendiri ga tau tipe yang mana.. hehehe
Baru-baru ini gitar di rumah diganti senarnya.. akhirnya.. setelah puluhan tahun (kata-kata lebay si papa).. Gitar yang sudah dihakmilikkan oleh saya ini, telah saya gunakan kurang lebih hmm... 12 tahun.. Tapi, selama 12 tahun itu saya belum pernah mengganti senar sendiri.. hahahahaha..

Nah, karena senarnya baru diganti, senarnya suka melonggar sendiri (kata si papa), juga suaranya agak cempreng, kata si papa juga itu masih treble.. ah teuing lah.. pokonya aku mah tau makenya aja :P

Karena si senar melonggar dengan sendirinya, saya harus nyetem-nyetem si gitar wae. Nyetem awalnya pake alat canggih punya si papa.. Berhubung gitarnya ini akustik elektrik, jadi bisa pake alat yang dipake nyetem untuk gitar elektrik..nih alatnya...
Teori fisika pertama yang diaplikasikan:
"Suatu frekuensi tertentu akan menghasilkan suara tertentu"
Guitar Tuner keren :D

Setelah digonjreng-gonjreng sekian lama, akhirnya suaranya cempreng lagi.. tapi males ambil tu alat.. Jadi, ya nyetem dengan cara paling sederhana yang semua orang juga tau..
Teori fisika kedua yang diaplikasikan:
"Suara yang sama artinya frekuensinya sama."
Bunyikan senar 6 fret 5, suaranya harus sama dengan senar 5 (kalau beda, ya diatur kekecangan senarnya, biasanya yang senar 5 (senar bawah) nya.. soalnya senar 6 (senar atas) jadi acuan awalnya)
Bunyikan senar 5 fret 5, suaranya harus sama dengan senar 4
Bunyikan senar 4 fret 5, suaranya harus sama dengan senar 3
Bunyikan senar 3 fret 4, suaranya harus sama dengan senar 2
Bunyikan senar 2 fret 5, suaranya harus sama dengan senar 1

Namun, setelah distem kaya gitu, masih suka ga pas euy... Teringat teori lainnya,

Teori fisika ketiga yang diaplikasikan
"Benda akan beresonansi jika memiliki frekuensi yang sama"

Kalau diapliksikan dalam dunia gitar ini, berarti saat senar 6 fret 5 dibunyikan (digetarkan), maka senar 5 akan ikut bergetar.

YUP, TEORI TERSEBUT BENAR

Saat senar 6 fret 5 dibunyikan, senar 5 akan ikut bergetar. Tentu saja bukan karena ikut tergetar saat menggetarkan senar 6. Semakin kuat getaran dari senar 5 menandakan frekuensinya makin mendekati frekuensi senar 6 fret 5. Atur saja kekencangan senar 5 hingga diperoleh getaran yang kuat. -dan seterusnya hingga senar 1-

Cara mendeteksi getarannya, cukup dengan sentuhan jari. Setelah jempol menggetarkan senar 6 fret 5, pindahkan jempol ke senar 5.. pasti terasa ada getaran. Kadang, indra peraba lebih sensitif daripada indra pendengaran.

Sesekali coba diuji suaranya juga untuk memastikan senar harus dikencangkan atau dilonggarkan..
Teori fisika keempat yang digunakan:
"Panjang senar berbanding lurus dengan frekuensi"
Jika suara senar terlalu rendah, kecangkan senar. Jika terlalu tinggi, longgarkan.

Sudah OK semua suara senarnya.. 
Yeahhh, it's time to rock :D

Sumber gambar:
  1. Guitar Center
  2. KORG
Sumber isi:
Pengalaman pribadi :D



Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)