Preparasi Sampel Tablet

Terjadi "perdebatan" antara saya dengan asisten kemarin mengenai preparasi sampel tablet untuk analisis spektrofotometri UV. Sebenarnya kemarin itu kejadian kedua, tentunya dengan orang berbeda namun dengan kasus yang serupa. Saya bersikukuh dengan metode preparasi sampel yang tercantum dalam modul praktikum, sedangkan mereka mengacu pada prosedur yang mereka tulis di laporan mereka dulu.

Di modul praktikum tertulis bahwa sejumlah serbuk tablet yang SETARA dengan sejumlah zat X (zat yang akan dianalisis) dilarutkan dalam sekian mL pelarut, disaring (ditampung dalam labu takar 50 mL) lalu proses pelarutan tersebut dilakukan tiga kali, kemudian di-ad hingga volume 50 mL. Dengan begitu, akan diperoleh larutan yang jernih (dengan konsentrasi zat X sesuai yang diasumsikan), barulah diencerkan menjadi konsentrasi sesuai dengan kebutuhan (ngerti ga nih, maksudnya sesuai kebutuhan?)

Pada kejadian yang pertama, bukan sebuah perdebatan sih..
Sejumlah serbuk tablet itu (entah sudah dihitung kesetaraannya dengan jumlah zat X atau tidak) dilarutkan dalam labu takar 100 mL dengan volume yang sudah full. Jelas saya bingung, karena sengingat saya setelah masuk ke labu takar itu, bentuknya sudah LARUTAN bukan SUSPENSI. Saya tanya kenapa seperti itu pada asisten dan dijawab bahwa yang penting konsentrasi akhirnya yang sesuai.. 
Baiklah.. jawabannya cukup logis juga..

Pada kejadian yang kedua, perdebatan...
Saya melihat praktikan sedang mengocok sampel dalam labu takar, persis seperti kejadian sebelumnya. Saat saya melihat itu, saya teringat kejadian pertama dan.. membiarkan saja, paling-paling juga kan jawaban asistennya sama... Tapi tiba-tiba mulailah percakapan berikut, 
"Kok ini ga larut ya? bukannya harusnya larut??". 
"Heh? baca dong di modul.. harus disaring itu... udah pernah belajar tablet kan? emang semua isi tabletnya bisa larut??"
"Soalnya modulnya bahasa Inggris sih Kak.."
"Makanya ada yang volunteer nerjemahain dong..."
(dalam hati: sedih amat ya...)
"Btw, tabletnya udah ditimbang belum?"
"Belum, katanya ga usah?"
"Heh??? ga usah gimana? itu tuh wajib, harus, kudu.."
"Kalian timbang berapa si serbuk tabletnya?"
"40 mg supaya bisa bikin konsentrasi 80 ppm"
"OK, coba jelasin ke saya gimana.."
"Jadi, timbang sekian.. larutin di sekian.. dan ....."
"Kalian baca modul ga sih? yang harus ditimbang itu serbuk tablet SETARA dengan sejumlah tertentu zat X, bukan sejumlah sekian serbuk tablet yang kalian timbang. Nah, untuk tau jumlah SETARA itu kalian harus tau bobot tabletnya dong...."
"Tapi kan Kak, nanti juga bisa dilihat konsentrasinya..."

"Iya, mungkin bisa gitu.. tapi BUKAN ITU JALAN CERITANYA.. kalau di ujian apoteker mana bisa kalian begitu (plis deh ah.. coba baca prosedur di Farmakope deh...). Lagian tetep aja, kalau ga nimbang tabletnya mau gimana ngitung persentase kadarnya?"
"Oiya, ya..." 
(dalam hati: Hehehe, masih menang gua :P)
"Loh kok kalian pake pipet ukur itu?"
"Harusnya pake pipet volume ya Kak.. soalnya ga ada pipet volume yang sesuai Kak.."
"Iyalah, saya pernah tuh pas magang di industri, dimarahin tau pake pipet ukur. Bisalah diada-adain dong"
"Bertingkat gitu ya Kak? Kakak ketauan sih, makanya dimarahin"
"Eh, ini diajarin yang bener.. malah ngebantah."
Cerewet pisan si kakak satu ini.. cape daaaaahhhh..
Kenapa pas ngelarutin sampel ga boleh di labu takar apalagi volumenya udah full?
Gini ya.. tu sampel kan banyak yang ga larut.. berarti.. konsentrasinya ga sesuai yang kita inginkan dong.. Sekian geruntulan serbuk kan mempengaruhi volume.
Udah full juga benernya masih bisa sih, saring aja.. filtratnya tampung ke labu takar laen.. trus ad deh ampe tanda batasnya.

Terus bobot tablet itu ngaruh di mana?
Nih ya... contoh... kita ga tau bobot tabletnya, da ceunah teu kudu... terus ngitung konsentrasinya dari serbuk yang ditimbang, bukan dari isi zat X yang terkandung di sejumlah serbuk tablet tersebut:
Kita tau dari etiket, obat X isinya itu 500 mg zat X/tablet.
Kita timbang 150 mg terus dilarutin ke 100 mL, konsentrasinya jadi 150 mg/100 mL (nah di bagian ini kalau nulisnya larutan dengan konsentrasi 150mg zat x/100 mL saya jamin minimal dapet peringatan di pengujian mutu).
Pas kita ukur pake UV dan dihitung ternyata konsentrasi larutannya itu 100 mg/100mL.
Terus apa yang bisa disimpulkan dari data tersebut?
Cuma bisa bilang kalau 100 mg zat X terdapat dalam 150 mg serbuk tablet. Terus? apa gunanya data itu???

Nih, kita timbang tabletnya deh.. ternyata 1 tablet = 750mg.
Berarti, dalam 1 tablet itu bisa dihitung jumlah zat X nya yang adalah 500 mg zat X.
Terus itung deh persentase hasil pengukuran dibandingin ke etiket: kebetulan di sini 100%.

Kalau cara yang saya mau...
Kita tau 1 tablet mengandung 500mg zat X, dengan bobot tablet adalah 750 mg.
Untuk mendapatkan sejumlah tablet dengan kandungan zat X sekitar 100 mg maka kita harus timbang 150 mg.
Maka, konsentrasi larutan yang kita buat bisa dengan PD nya ditulis larutan yang setara dengan 100mg zat X/100 mL.
Pas diukur ama UV diketahui konsentrasinya adalah 100 mg/100mL.
Nah, benernya dari sini udah bisa langsung diitung persentase kadarnya.. TAPI sekali lagi.. BUKAN ITU JALAN CERITANYA...
Harus di-trace back dulu ngitungnya... itung dulu 1 tablet itu jadinya mengandung berapa mg zat X, dalam kasus ini kebetulan 500mg. Nah, baru deh itung persentase kadarnya yang adalah 100%.
Jadi,
BOBOT TABLET WAJIB, KUDU, HARUS DIKETAHUI.

Coba lihat prosedur di Farmakope Indonesia teh gimana.. kita mengacu ke sana dong pastinya,,,, Pas diajarin yang bener ga mau denger.. pas ntar dimarahin karena salah prosedur malah nyalahin, "Waktu dulu di kuliah diajarinnya gitu".. Cape deh ahhhh

Hadeuh.. gimana visi gua bisa berhasil supaya para junior bisa melakukan analisis dengan Spektrofotometri UV dengan mahir.. minimal untuk ujian apoteker daaaahhhhh.... Makanya seneng banget pas ada yang "copy cat" ucapan gua, idealisme gua, dan tentunya dengerin instruksi gua untuk praktikum ini.. hahahahaha, misi bisa dijalankan :P

Ini ya... untuk para asisten harus praktikum sendiri dulu deh... tak terkecuali saya, banyak hal yang saya juga ga tau kok....

volumetric
Volumetric Flask



Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

1 comments:

Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah said... Reply

sekarang emang zamannya tablet. Teknologi berkembang cepat dalam hitungan detik

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)