Fraktur

Fraktur tulang atau yang sering kita dengar sebagai patah tulang, ternyata merupakan suatu kejadian yang sering terjadi saat mudik. Ya begitulah yang tertulis di wikipedia Indonesia, berikut cuplikannya:

Fraktur adalah masalah yang akhir-akhir ini sangat banyak menyita perhatian masyarakat, pada arus mudik dan arus balik hari raya idulfitri tahun ini banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang sangat banyak yang sebagian korbannya mengalami fraktur (Fraktur tulang - Wikipedia bahasa Indonesia).
 
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya atau setiap retak atau patah pada tulang yang utuh (Fraktur tulang - Wikipedia bahasa Indonesia).
 
Secara umum, fraktur itu disebabkan oleh dua hal:
  • Akibat dari tekanan atau gaya yang tinggi
  • Akibat kondisi medis yang melemahkan tulang (osteoporosis, kanker tulang atau osteogenesis imperfecta) atau yang disebut fraktur patologik.
 
Saat terjadi patah tulang pasti akan terasa nyeri, padahal tulang tidak memiliki nosiseptor (reseptor saraf untuk rasa nyeri). Jadi, kok terasa sakit, karena ini alasannya:
  • Adanya patahan periosteum, dengan atau tanpa patahan endosteum. Keduanya memiliki nosiseptor.
  • Edema dekat jaringan lunak menyebabkan perdarahan dari pembuluh darah periosteal sehingga memicu nyeri.
  • Spasmus otot yang berusaha mempertahankan patahan tulang pada tempatnya.
  • Kerusakan struktur pada tempat kejadian.
 
Tulang memiliki kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri, berikut tahapannya:
  1. Pembentukan Hematoma. Terbentuk gumpalan darah. Tulang kekurangan nutrisi, jaringan menjadi bengkak, nyeri, inflamasi.
  2. Pembentukan kalus fibrokartilago. Pembentukan jaringan lunak. Tumbuh pembuluh kapiler dan membersihkan serpihan. Fibroblas dan osteoblas dari periosteum dan endosteum lain datang merekonstruksi tulang.
  3. Pembentukan kalus keras. Kalus fibrokartilago berubah menjadi kalus keras dan tulang spons.
  4. Remodeling tulang
 
Manifestasi Klinis yang terjadi selama patah tulang adalah:
Nyeri terus menerus, hilangnya fungsi, deformitas, pemendekan ekstremitas, krepitus, pembengkakan lokal dan perubahan warna. (Fraktur tulang - Wikipedia bahasa Indonesia)
 
Penanganan yang dilakukan terhadap patah tulang ada dua macam yaitu dengan operasi dan tanpa operasi. Operasi dilakukan untuk memperbaiki struktur tulang yang rusak. Penanganan tanpa operasi adalah dengan pengobatan dan imobilisasi.
 
Sebagai penanganan pertama, imobilisasi (pembatasan gerak) adalah hal pertama yang harus dilakukan. 
Karena manifestasi klinis yang terjadi adalah rasa nyeri yang terus menerus, pengobatan yang bisa diberikan adalah dengan pemberian penahan nyeri.
 
 
Sumber:
Human Anatomy & Physiology, 7th Ed
Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 7th ed


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

1 comments:

Agung Try said... Reply

nice ^^

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)