Drug Inventor

Saat ini saya masih bingung mau kerja di mana.. kemarin saya sudah menulis tentang kerja sebagai pengajar (Pharmacy lecturer for the future). Minggu kemarin, saya ikut retreat dan sampailah pada topik Kesembuhan Ilahi. Pada topik ini tentu saja disebut-sebut mengenai kesehatan, nyambung-nyambung ke obat. Pendeta saya kemudian berkata seperti ini:
Mungkin Tuhan itu bilang, "Semua penyakit itu ada obatnya... untuk AIDS itu obatnya daun ini + daun itu + bunga ini. Untuk kanker itu obatnya.. daun ini + daun itu. Semua tanaman ini beda-beda warnanya.. itu ada maksudnya..".

Yang terbayang waktu mendengar itu.. game virtual villagers (yang ke-4 klo ga salah) yang memang pharmacist-nya itu nyampur-nyampurin herba-herba yang ada di pulau itu untuk bikin potion dengan kegunaan yang berbeda-beda.

Waktu tingkat 1 dulu belajar yang namanya "Pengenalan Farmasi" di situ belajar farmasi zaman dulu itu kaya gimana. Dulu itu waktu orang belum kenal obat-obatan kaya sekarang, masih pakai tanaman sebagai obat. Nah zaman dulu mana ada tanaman-tanaman diuji dulu untuk tau gunanya.. Jadi, gimana dong mereka tau tanaman ini untuk penyakit ini dan itu? Mereka pake insting.. nope.. hikmat dan akal budi yang dari Tuhan pastinya..

Kunyit warna kuning.. ooo ini untuk ngobatin penyakit kuning
Wah daun ini bentuknya hati, untuk ngobatin penyakit gara-gara cacing hati nih...
-dsb.dsb.dsb. (udah lupa... heheheheh)-

Selanjutnya, karena itu adalah penemuan obat baru... eh nongol gambar ini di otak:
Klo ga salah ini dari web Roche
Gambar itu menunjukkan untuk mendapatkan 1 obat dibutuhkan uang, waktu, percobaan, peneliti yang banyaaaaaaakkkkkk banget. 1 juta CHF itu ~ Rp. 10 Triliun, 7 juta jam ~ 800 tahun (wew.. masa sih selama ini..), percobaan seabrek-abrek.. hadeuh... di komputer, di tabung reaksi, pindah ke cawan Petri, ke tikus, ke manusia akhirnya.. baru deh dipasarkan. Setelah dipasarkan belum berakhir loh.. masih mengawasi obat itu, apa ada keluhan dari konsumen. Kalau obat itu ternyata memberi efek yang merugikan bisa ditarik dari pasaran. Duh, kalau udah begitu kasian ya sama produsennya.. udah mahal-mahal investasi tapi obatnya ditarik dari pasaran.

Hmm.. dapet sinyal untuk terlibat dalam penemuan obat baru nih... Tuhan berikan saya peneguhan untuk hal-hal ini.. :)


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)