Pharmacy lecturer for the future

Iseng-iseng googling nama sendiri... Eh, muncul namaku di blogroll-nya temen. Ga seperti blogroll biasanya, temenku ini menulis "predikat" untung masing-masing penulis blog. Di sebelah namaku tertulis ini: "Pharmacy lecturer for the future". Membaca itu jadi mengingatkan diriku lagi akan "mau di bawa ke mana gelar yang telah kugondol dengan susah payah ini.". Beberapa hari yang lalu, cici Aci nanya.. "Gimana Gracie, udah dapet kerja?" "Belum Ci..". "Gracie... kamu harus tentuin arah kamu mau ke mana, sayang kan punya gelar masa ga kerja?".. "Iya Ci... aku juga mau kerja..."

Kembali lagi ke "Pharmacy lecturer for the future". Beberapa tahun lalu, saat masih S1.. iseng-iseng ngobrol ama cici Feli (semua orang gua panggil cici ajah ahhh... emang iya kan kalian para ciciku). Kata cici Feli, "Wah lu klo jadi dosen, pasti kaya si ibu L."  BWAHAHAHAHAHAHHAHA.. Iya sih.. panutanku emang si ibu L dan si Pak E. 

Memang ya dengan gelarku itu.. tempat yang pas itu dunia kampus (jadi dosen) atau ga jadi peneliti..

Tahun lalu.. lagi kuliah S2 disuruh jadi PimPrak dan tentunya saya sangat BAHAGIA. hahaha... Angkatan 2009, kalian murid-murid pertamaku... huhuhuhuhu.. my first born.. hahahahhahahha.. Jadi PimPrak itu sebenernya beban loh. Kan megang dua kelas nih (reguler dan internasional), si reguler itu hari Senin, si internasional hari Jumat.. Teorinya kan Selasa-Kamis bisa dipake untuk nesis (bikin tesis)... kenyataannyaaaaaa... Selasa-Jumat pasti dipake tu anak-anak untuk bikin pereaksi dan kalau ada apa-apa pasti, "Kak Grace......." (tapi sekarang kangen deh dipanggil-panggil mereka...hiks)
Nih ya dalam seminggu itu, menu lebaynya kaya gini: Senin praktikum reguler, Selasa mikir praktikum reguler  yang selanjutnya.. mulai belajar gitu, juga mikir praktikum internasional yang Jumat, karena pas praktikum reguler pasti muncul unpredictable things yang harus dicegah di praktikum internasional dan kadang disuruh ngasih responsi buat anak reguler, Rabu hmm... jadi asisten di praktikum internasional yang laen hahaha (masih 2009), bikin slide buat responsi praktikum internasional, ada kuliah juga sorenya, Kamis ngasih responsi internasional, Jumat praktikum internasional, Sabtu-Minggu bikin tes awal.

Selama ngasisten selama beberapa tahun.. paling berkesan itu di tahun terakhir.. saat jadi PimPrak. Rasanya timbul suatu beban untuk membuat para peserta praktikum itu tidak mengalami hal yang sama saat aku masih peserta praktikum (beneran deh, jadinya aku sering inget-inget, buka-buka buku praktikum dulu.. melihat ada catetan apa, melihat kekesalanku dulu itu apa sama asisten, sama materinya.. ga ngerti materinya di mana..). Nah, di taun itu juga tiba-tiba bisa bilang gini: TEACHING IS MY PASSION. Saat jadi PimPrak juga ngerasa yang namanya belajar paling efektif (untukku) adalah belajar dengan tujuan untuk mengajar orang lain, soalnya belajarnya jadi sampe ngertiiiiiiiii dan bisa disusun dengan kata-kata sendiri kan (jelas tidak berlaku untuk penganut sistem SKS).

Hal-hal di atas tuh kok kayanya mengarahkanku ke 1 pekerjaan: Pengajar. Banyak orang yang bilang aku memang cocok jadi pengajar... hmmm... Tapi, mengajar itu bukan berarti ngajar di kelas kan? 

To teach doesn't mean I have to teach in a classroom. 
Itu kata-kata yang aku siapkan kalau ditanya pas interview, "Kenapa interest-nya teaching tapi ngelamar kerjanya ke industri?" 
Pharmacy lecturer for the future... will I?


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)