Week #2: Context of Plain and Normal Meaning


Setelah membahas Immediate Context di minggu lalu, peraturan kedua mengenai Konteks adalah Plain and Normal Meaning (arti gamblang). Dituliskan bahwa kita tidak perlu melakukan decoding  untuk mengerti Firman Tuhan.

Pada materi minggu ini, digunakan contoh kisah Bileam dan keledainya yang berbicara. Kisah tersebut diinterpretasikan seakan-akan merupakan sebuah perumpamaan.

Hingga saya membaca materi minggu ini, saya tidak pernah berpikiran hal tersebut memiliki makna kiasan. Ya saya percaya saat itu keledai itu memang berbicara pada Bileam. Sekarang pun saya masih meyakini hal tersebut. 

Interpretasi yang dikatakan dalam materi minggu ini adalah menspiritualisasi (spiritualizing) dikatakan dapat membuat kita malah keluar dari arti sebenarnya. Ya kalau memang benar saat kita interpretasi itu hasil dituntun Roh Kudus, kalau ga kan malah jadi menyesatkan dan membuat iman goyah..

Nah ada juga contoh penggunaan kata-kata sehari yang bisa berarti kiasan atau arti gamblangnya. Dari situ bisa dianalogikan juga untuk interpretasi Firman Tuhan. Kita lihat konteks pembicaraannya.. Kalau untuk cerita Bileam itu sih itu bukan suatu cerita yang adalah kiasan..

Selain itu dikatakan juga kalau kita harus melihat Alkitab secara keseluruhan.. Karena membaca sepotong bagian itu seperti kita melihat 1 potongan puzzle dari suatu gambar yang besar..

Keywords:
plain and normal meaning


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sebuah Cerita Menyentuh..

Seorang anak melihat seekor kucing kecil.
Dia mendekati kucing kecil itu, kemudian menyentuhnya. Anak itu memperhatikan kucing itu lagi kemudian menyentuhnya. Melihatnya lagi, kemudian menyentuhnya lagi, dan menyentuh lagi begitulah seterusnya. Kemudian dia pergi, dan kembali lagi, lalu menyentuh kucing kecil itu lagi.....

benar2 cerita "MENYENTUH"!
(^_^)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Thanksgiving Thursday: Integral dan Turunan

Beberapa hari yang lalu menonton K-Movie jadul, yang ada di koleksi si koko.. Judulnya: SUNFLOWER. Ceritanya soal mafia-mafia gitu deh.. tapi bukan itu yang mau dibahas... Di film itu ada 1 hal yang menarik.. jadi ada percakapan ini:
A: Kamu tau caranya ngerjain integral?
B: Iya.. tau..
A: Kalau gitu gimana caranya ngerjain integral?
B: Ya, kerjain turunan secara terbalik.
A: -___-" kalau gitu gimana cara ngerjain turunan
B: Ya, kerjain integral secara terbalik.

G: Bwahahahhahahhahahahahhaa...
Polos pisan si B oppa jawabnya.. dan memang itu bener sih.. jadi antara lucu dan kesel. Tapi emang pinter si B oppa sampe-sampe si A yang ga ngerti integral sama sekali jadinya ngerti integral dan malah kuliah di jurusan matematika, bahkan ambil master dan tesisnya dipuji-puji.. hahahaha.. hanya dalam film :D

Jadi teringat suatu kala di kelas Kalkulus Elementer II sekitar 7 tahun lalu.. Topik saat itu: INTEGRAL. Hadeuh.. dari dulu I do really love math.. keculai yang satu ini.. apalagi kalau udah aneh-aneh bentuknya.. duh.. campur trigonometri.. yaiks... Makanya, walau cinta matematika so much, I was avoiding all engineering major.. padahal kayanya kuliah engineering lebih seru daripada di Farmasi.. hehehehehe... (rumput tetangga keliatan lebih ijo nih...). Nah, kembali ke masa-masa 7 tahun lalu itu.. Bu Dosen lagi nerangin integral.. dan rasanya otak ini nolak semua itu.. huaaaaaaa.. muncullah tetesan-tetesan air mata..
YUP.. I WAS CRYING.. tapi ya cuma nangis doang..

Sejak hari itu, semua petunjuk-petunjuk si integral, semua bentuk-bentuk integral yang aneh-aneh itu dihapalin.. bikin note kalau integral bentuk A itu jadinya bentuk A' ini. Di kelas.. hmm... ya udah bisa agak nangkep-nangkep..
Note itu disimpen di tempat yang paling atas, jadi pasti keliatan terus si note itu.. kalau sore-sore nunggu jemputan juga liatnya si kertas itu..

UTS..
deng-deng-deng-
keluar hasilnya... almost 100. bwahahahahhahahahah.. mujizaaaaaattttttttt.
ampe yang pinter-pinter di kelas ngeliat lembar jawabanku, pengen liat jawaban yang bener itu yang mana..

UAS..
Lancar jaya..

Nilai akhir: A

Doaku waktu belajar kalkulus itu selalu nyebutin gini:
Tuhan, aku belajar sama yang paling ngerti kalkulus.. masternya kalkulus.. Tuhan ajarin aku kalkulus..

Ya, kurang lebih gitu deh... hehehehhe.. 

Dia mengerti bahasa tetesan air mata..

makanya dari itu, aku merasa sangat lega kalau nangis.. Sejak itu juga, ya kalau ada apa-apa, kalau udah ga bisa diungkapkan dengan kata-kata.. pasti ngocor deh air mata.. dan kalau udah ngocor.. aku inget masa-masa Kal-El II itu..

Dari kenanganku di kelas Kalkulus Elementer II itu aku melihat betapa hebatnya Tuhan itu, dan Dia mengerti bahasa tetesan air mata.. :)

Tulisan ini aku masukkin ke Thanksgiving Thursday.
Sebuah program yang mendorong kita untuk mengingat-ingat dan membagikan kebaikan Tuhan.

Untuk ikutan dan baca tulisan dari temen-temen yang laen... silakan klik gambar di bawah ini :D


Thanksgiving Thursday


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Oppa...

Waktu baca recap 49 days di dramabeans, ada satu bagian di mana In Jung memanggil Min Ho dengan panggilan 'Min Ho oppa'. Nah, di bagian itu, kata 'oppa' diberi hyperlink ke halaman glosari. Penting banget tuh ampe dikasih link ke glosarinya.. Jadi deh dibaca si glosarinya.

Wow, ternyata si 'oppa' ini punya banyak arti.. iya sih emang masih seputar 'abang'..

Berikut arti-artinya:
  1. Saudara laki-laki yang lebih tua.
    Ini untuk yang ada hubungan darah.
  2. Laki-laki yang lebih tua
    Semua laki-laki yang lebih tua (tanpa hubungan darah), tapi hanya untuk laki-laki yang dianggap dekat saja. Katanya kalau masih kecil, ya untuk anak perempuan ini semua anak laki-laki yang lebih tua dari dia dengan mudah dipanggil "oppa", tapi semakin dia dewasa, dia akan semakin canggung. Hmm... iya..iya.. kebayang
  3. The romantic oppa
    Nah ini dia nih... yang sampe kata oppa di bagian In Jung-Min Ho itu kudu dikasih link ke glosari. Hmm.. pantesan aja kadang di english subtitle itu oppa nya diterjemahin jadi "honey"

"Guys really love this word that much?"
ooo.. jinjja yo??

Ada contohnya juga di situ (dari sebuah K-Drama) di mana seorang wanita yang memanggil seorang pria dengan sebutan ahjussi (yang katanya sih berarti "older guy" tapi biasanya diterjemahin jadi "paman" hehehe) padahal umurnya relatif sama. Suatu kali si wanita memanggil pria itu dengan sebutan "oppa" dan katanya, si pria itu jadi merasa lebih muda... Woooooowww...

Masih wanita yang itu juga.. suatu kali dia memanggil seorang pria dengan sebutan "oppa" dan dia minta maaf karena manggil pria itu "oppa" (wew..sampe minta maaf segala...). Tapi karena si pria itu emang ada rasa ama si wanita itu, jadinya si pria itu salting.. (salting in apa salting out ya??? ahaha.. ga nyambung emang). Hahahahaha...

Basically, the rule of thumb is: the closer you are, the more you can break the rules and the more you can use oppa.

In conclusion?
"Oppa is a word with power. Don't abuse it!"

Reference:
Glossary: Oppa -by javabeans from Dramabeans


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Week #1: Studying the Bible with Confidence

"Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu."
(2 Timotius 2:7 TB).


Immediate Context
  • Immediate = Instant, Direct, Urgent, in need of attention (Thesaurus by MS-word)
    Salah satu definisi dari dictionary.com:
    "following or preceding without a lapse of time"

  • Context = Perspective, Framework, Background, Situation (Thesaurus by MS-word). Dari kata "context" nya berbicara soal pandangan, batasan pembahasan

Jadi inget, jangankan berbicara soal Alkitab, soal bahasa Inggris aja.. kadang kita suka ditanya, "Arti kata X ini apa sih di Indonesia?"
Tiba-tiba bingung dulu sebentar dan bilang.. "Ehm, ini konteksnya apa? Coba apa kalimatnya?"


Nah, dari contoh itu, jelas banget yang namanya konteks itu penting banget.. berpengaruh ke arti. Supaya ga salah arti, ga salah menginterpretasi, kita harus melihat keseluruhan kalimat.


Dalam mempelajari suatu bagian dari Firman Tuhan juga pasti berarti seperti itu. Kita mungkin sering bingung dengan satu bagian, nah kita harus lihat bagian itu apa konteksnya? Dengan aca bagian sebelum dan sesudahnya
Immediate context, konteks yang diperoleh karena ikut mempertimbangkan informasi dari bagian sebelum dan sesudahnya. Ya memang begitulah kalau kita mau melihat konteks suatu hal, apalagi di Alkitab, ga boleh asal ambil 1 ayat aja tanpa melihat ayat-ayat atau pasal-pasal sebelum dan sesudahnya..


Immediate setting, atau latar belakang yang ada di bagian sebelum dan sesudah dari bagian yang kita pelajari, bisa membantu kita untuk menangkap apa yang ingin disampaikan oleh penulis. 
Kok bisa?
Karena kita bisa lebih membayangkan kondisi saat itu dan dengan bantuan 5W+1H itu kita jadi lebih menggali sehingga bisa menangkap tujuan bagian itu, jalan ceritanya kemana, dan tentunya menghindari salah ambil kesimpulan atau salah interpretasi.




Misquoting..
Di saat ga melihat konteks secara keseluruhan bisa terjadi misquoting atau asal comot ayat.

Saya ambil contoh nomor 2.. soalnya jadi inget suatu saat ketika PA dulu.. 


"Alkitab mengatakan bahwa memakai perhiasan adalah perbuatan yang salah."

Kutipan yang sebenarnya adalah:
"Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang – ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah – indah”
(1 Petrus 3 : 3)
Sekilas.. bener tuh ah katanya jangan pake perhiasan lahiriah... Coba, baca ayat selanjutnya.
"perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi" (ay. 4)
Dengan kata-kata tambahan itu kita melihat bahwa tujuan utama Rasul Petrus bukanlah untuk mengatakan boleh atau tidak bolehnya seorang menata rambutnya dan memakai kosmetik serta perhiasan. Dia mengatakan bahwa mereka harus fokus pada perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram

Baiklah.. itu pelajaran untuk minggu I ini.

Keywords:
Immediate Context, 5W+1H, Misquoting prevention




    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    Read Comments

    AMM

    AMM, seorang dosen di sekolah saya, di KK saya..
    Dosen yang cukup "aneh" dalam mengajar, dalam memberi soal ujian, dan dalam membimbing mahasiswa TA.

    Dalam kuliahnya, beliau sering mengajarkan filosofi, bahkan kadang yang beliau ajarkan itu adalah akar kata, bahasa.. Sehingga membuat bingung saat belajar untuk ujian. Sebenarnya, saya senang kok belajar seperti itu.. Hahaha.. Karena dengan diberi tahu mengenai akar kata atau penjelasan mendasar seperti itu, kita bisa mengerti suatu istilah dengan lebih baik dan tidak berhenti dengan mengerti saja tetapi bisa mengaplikasikannya dengan lebih baik. Selain itu, sebenarnya dengan cara itu membuat pola pikir kita lebih teratur.

    "Manuskrip itu artinya tulisan yang dibuat dengan tangan."

    "Manipulasi itu diartikan selalu ke arah negatif, menipu, padahal itu artinya diutak-atik menggunakan tangan."

    "Sudah pernah buka kamus satu bahasa?"
    Beliau sering sekali bertanya seperti itu.
    Saya ingat pernah ditanya, apa itu "buffer"?
    Jujur saja, bingung menjawabnya..

    Kalau kita tidak bisa menjawab beliau pasti akan berkata, "Coba dilihat di kamus satu bahasa."

    Beliau pernah bercerita mengenai pertemuannya dengan beberapa dosen dalam menyusun pedoman penyusunan karya ilmiah. Oh ya, beliau memang cocok di bidang itu :D

    "Bapak mengajar kimia?"
    Beliau menjawab, "Tidak, saya tidak mengajar kimia."
    (dalam hati saya, Lah bapak kan ngajar kimia)
    Beliau meneruskan, "Kalau saya mengajar kimia, kimia itu pada duduk di depan saya.."
    (bwahahahahhahahahhahaha)
    "Saya mengajarKAN kimia pada siswa-siswa saya."
    (mantapppp Pak :D :-bd)


    Ah, mengenai soal ujian. Beberapa kali diajar beliau, bentuk ujian yang dikeluarkan pernah berupa essay.. namun terakhir-terakhir beliau memberikan bentuk ujian dalam bentuk Benar-Salah atau Pilihan Berganda dengan sifat ujian: OPEN BOOK (hmm.. atau OPENED BOOK ya?)

    Walaupun bentuk soalnya B/S beliau meminta penjelasan mengapa kita memilih B/S. Saya rasa bentuk soal ini terlihat sepele tapi susah. hahahah. Karena jika tidak tahu alasannya.. yaaaa.. mau jawab apa coba? Metode soal seperti ini hampir bisa melihat apakah mahasiswa dapat menjawab dengan baik atau tidak.

    Mengenai membimbing mahasiswa TA.. hmm, ya.. everyone have their own style in supervising :P

    Tapi yang pasti, walau saya bukan mahasiswa bimbingannya, saya sering ditanya, diberi masukkan oleh beliau. Ya, karena saya mondar-mandir di lab terus di depan ruangan beliau.. hahaha..

    Selain hal-hal di atas saya juga melihat suatu hal yang tidak biasa dari bapak ini.. tidak seperti dosen yang lain yang sangat bersemangat mencari proyek, sepertinya bapak ini adem ayem aja.

    Ah, ada juga cerita yang selalu beliau ceritakan di tiap kelas.. (ini berdasarkan ingatan)

    "TELUR COLUMBUS"
    Setelah Columbus pulang ke negaranya setelah dia menemukan "Hindia" itu.. Dia kan menemukannya karena berlayar ke arah barat di mana semua orang dulu berlayarnya ke arah timur.
    Terus Columbus dicibir gitu deh.. "Ah, apa hebatnya Columbus, cuma berlayar ke arah barat.. gua juga bisa kaliii..."
    Terus Columbus nantang "Coba tegakkan sebuah telur".
    "Heh, mana bisa telur berdiri? ngaco aja.."

    Columbus ngambil telur terus dipecahin dikit bagian bawah telur itu dan akhirnya bisa diberdiriin deh si telurnya..

    "Ya ampun, klo gitu sih gua juga bisa kaliiiii.."

    Oh yeah,, bisa.. tapi ga kepikiran kan?

    Pesan Moral:
    Hargai ide orang. Jangan menganggap remeh ide seseorang. Apa kita mampu mengeluarkan ide yang sama sebelum orang itu?

    Cerita yang lebih tepat.. ada di wikipedia :D
    Egg of Columbus

    An egg of Columbus or Columbus's egg refers to a brilliant idea or discovery that seems simple or easy after the fact.
    Ada banyak hal lainnya, tapi yang teringat ya itu... :)


    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    Read Comments