Week #1: Studying the Bible with Confidence

"Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu."
(2 Timotius 2:7 TB).


Immediate Context
  • Immediate = Instant, Direct, Urgent, in need of attention (Thesaurus by MS-word)
    Salah satu definisi dari dictionary.com:
    "following or preceding without a lapse of time"

  • Context = Perspective, Framework, Background, Situation (Thesaurus by MS-word). Dari kata "context" nya berbicara soal pandangan, batasan pembahasan

Jadi inget, jangankan berbicara soal Alkitab, soal bahasa Inggris aja.. kadang kita suka ditanya, "Arti kata X ini apa sih di Indonesia?"
Tiba-tiba bingung dulu sebentar dan bilang.. "Ehm, ini konteksnya apa? Coba apa kalimatnya?"


Nah, dari contoh itu, jelas banget yang namanya konteks itu penting banget.. berpengaruh ke arti. Supaya ga salah arti, ga salah menginterpretasi, kita harus melihat keseluruhan kalimat.


Dalam mempelajari suatu bagian dari Firman Tuhan juga pasti berarti seperti itu. Kita mungkin sering bingung dengan satu bagian, nah kita harus lihat bagian itu apa konteksnya? Dengan aca bagian sebelum dan sesudahnya
Immediate context, konteks yang diperoleh karena ikut mempertimbangkan informasi dari bagian sebelum dan sesudahnya. Ya memang begitulah kalau kita mau melihat konteks suatu hal, apalagi di Alkitab, ga boleh asal ambil 1 ayat aja tanpa melihat ayat-ayat atau pasal-pasal sebelum dan sesudahnya..


Immediate setting, atau latar belakang yang ada di bagian sebelum dan sesudah dari bagian yang kita pelajari, bisa membantu kita untuk menangkap apa yang ingin disampaikan oleh penulis. 
Kok bisa?
Karena kita bisa lebih membayangkan kondisi saat itu dan dengan bantuan 5W+1H itu kita jadi lebih menggali sehingga bisa menangkap tujuan bagian itu, jalan ceritanya kemana, dan tentunya menghindari salah ambil kesimpulan atau salah interpretasi.




Misquoting..
Di saat ga melihat konteks secara keseluruhan bisa terjadi misquoting atau asal comot ayat.

Saya ambil contoh nomor 2.. soalnya jadi inget suatu saat ketika PA dulu.. 


"Alkitab mengatakan bahwa memakai perhiasan adalah perbuatan yang salah."

Kutipan yang sebenarnya adalah:
"Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang – ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah – indah”
(1 Petrus 3 : 3)
Sekilas.. bener tuh ah katanya jangan pake perhiasan lahiriah... Coba, baca ayat selanjutnya.
"perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi" (ay. 4)
Dengan kata-kata tambahan itu kita melihat bahwa tujuan utama Rasul Petrus bukanlah untuk mengatakan boleh atau tidak bolehnya seorang menata rambutnya dan memakai kosmetik serta perhiasan. Dia mengatakan bahwa mereka harus fokus pada perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram

Baiklah.. itu pelajaran untuk minggu I ini.

Keywords:
Immediate Context, 5W+1H, Misquoting prevention




    Artikel Terkait



    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    Read Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Subscribe to: Post Comments (Atom)