Week #2: Context of Plain and Normal Meaning


Setelah membahas Immediate Context di minggu lalu, peraturan kedua mengenai Konteks adalah Plain and Normal Meaning (arti gamblang). Dituliskan bahwa kita tidak perlu melakukan decoding  untuk mengerti Firman Tuhan.

Pada materi minggu ini, digunakan contoh kisah Bileam dan keledainya yang berbicara. Kisah tersebut diinterpretasikan seakan-akan merupakan sebuah perumpamaan.

Hingga saya membaca materi minggu ini, saya tidak pernah berpikiran hal tersebut memiliki makna kiasan. Ya saya percaya saat itu keledai itu memang berbicara pada Bileam. Sekarang pun saya masih meyakini hal tersebut. 

Interpretasi yang dikatakan dalam materi minggu ini adalah menspiritualisasi (spiritualizing) dikatakan dapat membuat kita malah keluar dari arti sebenarnya. Ya kalau memang benar saat kita interpretasi itu hasil dituntun Roh Kudus, kalau ga kan malah jadi menyesatkan dan membuat iman goyah..

Nah ada juga contoh penggunaan kata-kata sehari yang bisa berarti kiasan atau arti gamblangnya. Dari situ bisa dianalogikan juga untuk interpretasi Firman Tuhan. Kita lihat konteks pembicaraannya.. Kalau untuk cerita Bileam itu sih itu bukan suatu cerita yang adalah kiasan..

Selain itu dikatakan juga kalau kita harus melihat Alkitab secara keseluruhan.. Karena membaca sepotong bagian itu seperti kita melihat 1 potongan puzzle dari suatu gambar yang besar..

Keywords:
plain and normal meaning


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)