Ngasistenin

Tadi di fb, ada pengumuman asisten untuk satu praktikum.. Huaaaa, seandainya aku masih di sana pasti ada namaku di sana.. Kangen ngasistenin... setelah tadi mikir-mikir apa sih yang bikin kangen.. 

Hehehehehehehehe..
 
Ternyata bukan kangen sih, tapi masih ingin berusaha memperbaiki praktikum di kampusku dulu.. Dibenahi mulai dari modulnya, asisten-asistennya. Pokonya keluar dari lab itu semua mendapatkan sesuatu, bukan keluar dengan bengong atau sakit hati.
 
Asisten-asisten harus bisa memberikan penjelasan yang sesuai.. Ga boleh magabut dalam artian masuk ke lab cuma untuk duduk, ngobrol-ngobrol tapi waktu ditanya ga tau apa-apa.
 
Jadi, praktikan dapet ilmu, asisten menyegarkan kembali ilmunya..
 
Terbukti secara pribadi kalau ngasistenin itu bikin makin tau banyak. Soalnya kalau dulu waktu jadi praktikan ga pernah mikir ini klo gagal harus diapain.. cuma sebatas ya harus dibahas..
 
Kalau jadi asisten apalagi jadi kordas, mikirnya ini kemungkinan gagalnya apa, apa yang harus dibuat supaya ga gagal, kalau tetep gagal juga harus diapain.. Nah, lebih dalam kan mikirnya.
 
Bikin tes awal bukan sekedar bikin tes-tesan.. Tapi bener-bener untuk menguji kesiapan, seandainya mereka ga siap pun (bisa dilihat dari nilai-nilai mereka), mereka paling tidak tau apa sih poin-poin yang harus mereka dapatkan saat praktikum. Kalau di tes awal ditanya gimana sih cara melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif dengan HPLC ya berarti hal itu adalah yang paling tidak sudah membuat mereka bertanya-tanya dan berusaha mendapatkannya di percobaan (kalau ada usaha tapinya)
 
Selain dari sisi edukasinya, praktikum harus dibenahi dari sisi administrasinya.. Jangan ntar di akhir praktikum terjadi perselisihan karena harus mengganti alat pecah.. Yang ga mecahin ga mau ganti, yang mecahin ga sanggup ganti sendirian, atau ga ada alat pecah tapi ditagih karena hilang ntah kemana...
 
dsb dsb dsb
 
Hahahahhahaha, idealis banget dah..
 
Pengen ngasistenin lagi tapi bukan berarti ga betah di tempat yang sekarang.. Di sini juga toh mirip-mirip juga, ada edukasinya, ada administrasinya, dan tetep juga bisa menerapkan idealisme hahahaha..
 
Untuk para asisten, semoga selalu berpikir untuk mendidik junior-juniornya.. Cara mendidik itu bukan hanya dengan cara menyulitkan mereka.. dengan memberi kemudahan pada mereka juga bisa mendidik mereka (tapi jangan semuanya dimudahin juga). Berpikirlah untuk keberhasilan mereka. Jangan berpikir untuk "mengerjai" para junior-junior itu dengan memberi sampel atau pertanyaan yang aneh-aneh yang kalian sendiri tidak bisa menganalisisnya atau menjawabnya dengan memuaskan. Kalian itu kakak, ajarlah adik kalian seperti seorang kakak mengajar adiknya..
 
Selalu persiapkan diri dengan baik.. mereka itu praktikum untuk belajar, jangan membuat mereka ga suka praktikum karena ga ada yang mengajar mereka. 
 
:) 


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)