Jalan-jalan ke Seaworld

Kemarin (Sabtu, 15 Juni 2013) akhirnya jadi juga ke Seaworld setelah mengalami beberapa skenario perjalanan.. Hehehe.. Berangkat dari Jababeka menuju pangkalan Elf 59 lanjut naik Elf 59 sampai UKI, lanjut lagi naik bis transjakarta. Bis pertama yang kami naiki ternyata ke arah Tanjung Priok, dan untuk ke Ancol harus ke BKN dulu dan ambil bis yang ke arah Ancol. Setelah menunggu beberapa lama, munculah bis arah Ancol. 
Karena sebelumnya ada berita kalau di depan WTC Mangga Dua terendam banjir maka bis transjakarta ga nganter sampe Ancol. Berharap kalau genangan itu telah surut, kami konfirmasi ke mbak penjaga pintu bis yang very unfriendly apa bisa sampe Ancol? Jawabnya adalah tidak bisa. Hanya bisa sampai Jembatan Merah.
Berhenti di Jembatan Merah (terus ngeliat-ngeliat mana merahnya ya? hahaha) kami melanjutkan perjalanan dengan 159, melewati WTC Mangga Dua dan ternyata memang air masih menggenang. Pompa masih dijalankan untuk menyedot genangan itu. Akhirnya, si bis 159 itu bisa melewati genangan air itu dan sampailah di pintu Ancol, yang ternyata ada genangan air juga.
Mengingat perjalanan ini penuh perjuangan, rasanya hebat banget "Sampe juga kita" 

Beli tiket masuk Ancol dan menunggu di shelter bis Wara-Wiri, menunggu seorang teman lagi. Karena ada teman lain yang sudah menunggu di Seaworld, beberapa teman ke Seaworld duluan, dan sisanya masih menunggu di shelter itu. 
Jadwal Bus Wara-Wiri, tapi tidak berlaku kalau hari Sabtu, Minggu & Libur
Karena lama juga dan kepanasan, akhirnya kita malah naik bis wara-wiri itu keliling kompleks Ancol.. mayan ngedem di dalam bis. Waktu sampai ke perhentian terakhir, supir bisnya nanya, "Mau ke mana?" soalnya kita ga pada turun.. hahahhaa.. "Mau ke depan lagi Pak" hahaha.. Ya sudah bisnya ngetem dulu, tapi ga ada yang naik lagi sih, dan jalan lagi bisnya sampe ke depan lagi.
Sampai di depan, si teman sudah ada di dekat Ancol jadi tidak lama menunggu, akhirnya naik Wara-Wiri lagi dan menuju Seaworld.

Menukarkan voucher diskonan dan akhirnya masuk.. hmm, gelap bener ya.. hahaha..Sayang ga ada yang bawa kamera bagus, jadi ga ada dokumentasi yang bagus. Tempatnya dibuat gelap sepertinya untuk membuat kondisi yang sesuai dengan habitat asli para ikan-ikan di sana. Seperti contohnya ada aquarium yang sepertinya kosong, padahal itu ada Gurita. Guritanya ga keliatan karena aquariumnya dibuat gelap dan katanya dia bisa berkamuflase dengan menyesuaikan tubuhnya dengan lingkungannya. Bahkan tidak diizinkan untuk memfotonya dengan menggunakan blitz. Gurita itu katanya sih memang hidup di tempat yang sangat minim cahaya.. kalau ada blitz kenapa ya? apa dia jadi ngamuk?

Kemarin itu sempat melihat feeding show untuk duyung. Duyung ini ternyata mamalia. Ada beberapa perbedaan antara Duyung (mamalia) dan ikan (pisces):
  1. Duyung bernafas dengan paru-paru sedangkan ikan menggunakan insang, makanya saat dia selesai makan, dia akan ke permukaan air dan mengambil udara.
  2. Ekornya digerakkan ke atas-bawah kalau ikan ke kanan-kiri.
  3. Tubuhnya berambut (halus) bukan bersisik.
  4. Harusnya ada no. 4 tapi kemaren mbak-mbak nya memutus presentasinya karena penyelam pemberi makannya sudah akan beranjak.
Di sebelah aquarium duyung, ada aquarium otter.Otternya ga tau di mana, ga memunculkan diri katanya sih sembunyi di gua-gua gitu. Di aquarium ini ada yg unik juga, jadi di aquarium ini di sediakan spot-spot untuk bisa melihat otter di tengah aquarium, tapi jadinya dipake tempat foto-foto.. hahaha.. karena jelek juga pencahayaannya dokumentasinya ga bagus.
Di dalam tanki Otter
Di bagian aquarium hiu, ada banyak hiu.. ngeri juga.. ada hiu yang gede banget... tapi kata temenku, hiu yang itu bukan pemakan daging tapi plankton, karena hiu yang itu ga punya jaws. Hooo... 

Hiu besar yang tanpa jaws itu

Aquarium yang isinya adalah ikan Hiu semua
Di bagian Touch Pool, kita bisa menyentuh biota-biota laut ini, contohnya ada ikan pari, hiu macan (kecil), penyu. Tapi saya sih ga megang-megang.. hehehehe..

Ada juga aquarium ikan-ikan hias, isinya ada NEMOO.. hahaha.. yup, ikan badut Nemo, Dory. Ah benar-benar disayangkan tidak ada dokumentasinya..

Terowongan antasena, dulu tuh jaman SD kali ya ada ikan Seaworld dan yang terbayang soal Seaworld ya terowongan ini, bisa melihat ikan-ikan berenang di atas dan di samping kanan-kiri. Ternyata, ya ga sekeren yang diiklan.. hahahhaha, tapi iya kita bisa melihat ikan-ikan itu, ada ikan kerapu yang besar banget, ada pari, tapi bukan si pari raksasa itu..

Ada Aqua Car yang ternyata adalah mobil yang diubah jadi aquarium, di sini terlihat jelas flourosensi di mana-mana.. hahahaha.. Kalau dilihat dari lampu-lampu yang dipasang di sana, warnanya ungu seperti lampu UV 366nm di Reprostar.

Selain ikan-ikan yang sudah disebut, ada Piranha, ada ikan-ikan besar yang lupa apa namanya.. hahaha, ada Arwana ShelooksRed (kalau ini sih udah sering liat gambarnya di jalan Karapitan), ada ikan-ikan hias, goldfish, dan saya tidak memperhatikan lagi.

Karena sudah hampir bosan, akhirnya jalan-jalan menemukan "Glow Theater" di dinding teater ini ada gambar-gambar ikan, dan glow karena fluorosensi juga. Kalau yang ini sempet difoto.. dan mayan bagus.
Dinding di Glow Theater
Tayangan yang diputar ya masih tentang kehidupan bawah laut, membahas cumi-cumi, dkk yang punya pertahanan diri atau cara untuk mengundang mangsa dengan memanfaatkan ilusi cahaya. hahahaha..

Setelah dari teater, melanjutkan perjalanan ke museum awetan, melihat ikan-ikan yang diawetkan.. jujur saja seperti melihat ikan asin :P. 
Bersama Hiu tanpa "jaws" yang diawetkan
 Di bagian museum ini ada pari raksasa itu.. Gede bangetttt.. di belakang display pari itu saya melihat ini:
Horse-shoe Crab
Horse-shoe crab (Limulus polyphemus).. Si kepiting yang berjasa dalam uji endotoksin dengan LAL (Limulus Amebocyte Lysate) nya.. hahahhaa.. Yang berdasarkan info teman saya, dia masuk kelas yang sama dengan laba-laba dan bukan dengan kepiting.. hmm, entahlah.. hahaha..

Ada juga awetan Giant Octopus, tapi yang difoto malah booth-nya karena ada tulisan "free photo booth" juga hahaha, dan cahayanya agak mendingan.
Giant Octopus
Setelah berputar-putar di dalam Seaworld, akhirnya keluarlah kami menuju toko souvenir.. di bagian baju didominasi oleh gambar hiu.. Ada yang unyu tapi sayang ukurannya udah ga lengkap, cuma S doang. Ya sudah ga beli apa-apa jadinya.

Keluar Seaworld, foto-foto bentar, makan, dan melanjutkan perjalanan pulang.
Foto bersama para personil
Di perjalanan pulang malah maen tebak-tebakan.. hahahaha.. kepala udah pusing karena si tenggorokan udah radang eh masih mikirin tebak-tebakan.. hahaha..

Naik bis 121 dan lanjut angkot dan sampailah kembali di kos untuk memulihkan kesehatan.

Perjalanan singkat, tapi melelahkan juga. 



Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)