Mengetik hangul di Windows 7 untuk Netbook

Postingan ketiga di blog ini adalah Mengetik Hangul (Windows XP), sempat menjadi postingan primadona hahaha.. Banyak yang komen juga menanyakan tentang mengaktifkan pengaturan agar bisa mengetik hangul di netbook. Baru hari ini saya bisa menjawabnya, karena baru hari ini saya mencobanya, di netbook dengan Windows 7.
 
Kalau tidak salah ingat, si koko pernah bilang kalau pakai Windows 7 tidak perlu lagi driver-driver.. jadi tadi saat saya mencoba mengaktifkan pengaturan, saya langsung ke control panel saja, mencari-cari option untuk "East Asian Language" tapi ternyata tidak ada.. hahahaha..

Akhirnya, mencoba saja dengan menambah Keyboard. Saya tambahkan Keyboard dengan bahasa Korea dengan mencentang kedua pilihan yang diberikan.
Ternyata, berhasil...
Di language bar telah muncul pilihan bahasa Korea dan bisa ditampilkan juga soft keyboardnya.

Baiklah, untuk yang memerlukan informasi ini,,, semoga informasi ini berguna :D




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Bangga menjadi bagianmu

Hari ini (20 Agustus 2013) adalah hari yang bersejarah untuk tempat kerja saya juga untuk Indonesia. Karena di hari ini terjadi peresmian Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) pertama di Indonesia yang juga adalah tempat saya bekerja selama 1,5 tahun ini.

The banner
Saya bekerja sebagai Scientist (yep, seriously! that what's on my business card). Beberapa bulan lalu, baca-baca kembali postingan lama.. ada gunanya juga membuat blog ini sebagai diary, eh menemukan tulisan - tulisan yang dibuat saat belum dapat kerja dulu. Di mana saat itu sedang galau antara menjadi dosen atau jadi karyawan, kalau jadi karyawan kerja di mana? Tulisan yang satu ditulis kala membaca "gelar" yang diberikan seorang teman di mana saya dinyatakan sebagai The Pharmacy Lecturer of the Future (hmm, bener ga ya gini.. haha). Tulisan yang lain lagi ditulis setelah pulang retreat di mana pendeta saya menyebut-nyebut obat baru, campuran tanaman A dan B untuk mengobati penyakit X, lalu terpikir untuk menjadi researcher. Tapi hal ini sebenarnya dipendam saja, karena di Indonesia mana ada sih industri farmasi yang concern dalam hal menemukan obat baru?  Itu harus kerja di luar negeri.. Jadi ga mikir-mikir ke situ juga sih.

Sesi mengenang:
Nama tempat kerja saya ini sebenarnya sudah tidak asing, karena 2 teman saya sudah bekerja di tempat ini. Tapi saya sama sekali tidak tertarik melamar ke sini karena dulu saya berpikir tempat ini hanya berisi dengan hal-hal bioteknologi.. seperti nama dan logonya..di mana saya sama sekali tidak menguasai hal itu.. Saya mendalami ilmu analisis, dua temanku tidak pernah bilang ada bagian Analytical di sini (padahal jelas-jelas 1 temanku itu dulu di Formulasi, tapi ga pernah terpikir bahwa ada Analytical).
Mengusung ilmu biomolekuler dan dengan logo Double-Helix yang kental dengan suasana bioteknologi

Akhirnya, suatu hari kala masih jobless, masukkin nama-nama perusahaan farmasi terkenal Indonesia di situs pencari kerja.. Ga ada yang menarik lowongannya... dan akhirnya iseng masukin nama perusahaan ini dan apa yang terjadi... Ternyata ada lowongan yang menarik dan spesifikasi yang diminta sesuai dengan apa yang saya miliki. Jadilah tanya-bertanya pada 2 temanku itu dan singkat cerita.. Di sinilah saya sekarang, menjadi seorang Scientist di bidang yang saya kuasai.

Setelah saya masuk, saya baru menyadari kalau tempat saya bekerja ini sangat Farmasi. Sekolah saya terbagi menjadi 4 kelompok keilmuan dan saya bisa mendapatkan 4 kelompok keilmuan itu di sini.. Di mana kalau di tempat lain saya tidak yakin ada 4 kelompok ini, kebanyakan hanya 2 kelompok. Lalu, di sini juga dikedepankan keinginan perusahaan untuk menemukan obat baru. Jadi di sini, saya mendapatkan suasana-suasana penelitian khas kampus (tapi dengan fasilitas yang jauh lebih baik tentunya) dan suasana lainnya. Hmmm, di sini saya merasa saya bisa melakukan apa yang mau saya lakukan di kampus dulu.

Dengan segala perjuangan di mana saya tidak ambil bagian, tempat saya bekerja ini mendapat izin sebagai Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) pertama di Indonesia. Dulu, IEBA tidak terpisah dari Indsutri Obat Tradisional (yang bikin obat jadinya) namun sekarang dipisah. IEBA ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan dr. Nafsiah Mboi. Dalam kata sambutannya, beliau menyatakan bahwa jarang ada industri yang mau investasi (untuk industri yang belum jelas apa bisa berjalan atau tidak), baik investasi dana, investasi alat, lalu sambil menunjuk pada sekelompok pemuda-pemudi berseragam putih-biru, 
"dan investasi para pemuda-pemuda ini, kalian kan para scientist di sini? Kalian investasi yang berharga. Saya dulu juga seorang peneliti dan saya tahu frustrasinya saat gagal. Rasanya ingin melempar semuanya supaya pecah. Tapi ingat.. JANGAN. Jangan pernah putus asa dan JANGAN PERGI. Baik, sekarang saya kembali lagi ke pidato saya"
Wooow, kata-kata itu di luar script!
*tersanjung* walau sedang tidak menggunakan seragam putih-biru itu.
Scientist mendapat penghargaan dapat berfoto bersama Ibu MenKes (ini di luar rencana loh, dan masih dalam prosesi peresmian) *Tersanjung 2*

Saat Ibu MenKes meninggalkan tempat dengan mobil kenegaraannya (RI 30), beliau menyampaikan sebuah pesan,
"Kerja yang baik ya...." sambil mengacungkan jempolnya, dilanjutkan dengan
"awas kalau ngga." sambil menggerakan telunjuknya.

Hmm.. dan beginilah kelakuan para scientist hahahaha..

Sebagai penutup kata sambutannya saat prosesi peresmian, Ibu MenKes memberikan beberapa pantun, tapi saya hanya ingat satu.. dan saya tuliskan juga sebagai penutup hehe.

Janganlah hati terluka
karena kasih tak sampai
Selamat untuk PT. Dexa Medica
untuk prestasi yang telah dicapai

DLBS, saya bangga menjadi bagianmu, bukan karena dirimu punya banyak sertifikasi atau dirimu sekarang lebih dikenal. Tapi karena apa yang sudah saya alami selama ada di DLBS.

Sebagian dari ANL team

dalam seragam putih biru itu :)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Indonesia Raya

Kemarin pagi, dalam perjalanan menuju ibukota, seperti biasa akan ditemani dengan bincang-bincang pagi di radio yang diputar di mobil sewaan kantor.
Topik pagi itu tentang lagu Indonesia Raya. Ceritanya salah satu penyiar itu waktu tanggal 17 Agustus pergi ke toko-toko, mau belanja dan ada toko yang memutar lagu Indonesia Raya dengan irama cadut (cadut apaan ya? sesuatu dangdut kayanya). Jadi dia berpikir, "loh emangnya lagu Indonesia Raya boleh ya dibuat seperti ini??"

Akhirnya, beberapa versi lagu Indonesia Raya dibahas, mulai dari yang irama cadut itu, versi lantunan Edo Kondologit dalam acara 100 tahun kebangkitan nasional, versi gitar dari gitaris Gun N Roses, dan versi hip hop. Lalu, yang menjadi standar dalam hal ini adalah Undang-Undang. Ya, agak-agak samar mengingat tentang hal ini.. intinya ada Undang-Undang yang memuat hal-hal tentang lagu kebangsaan kita ini. Yang saya temukan adalah UU NO. 24 tahun 2009.
Dalam UU tersebut dijelaskan cara menyanyikan lagu kebangsaan kita, lengkap deh. Di UU tersebut ditcantumkan sikap saat menyanyikan lagu Indonesia Raya yaitu berdiri tegak dengan sikap hormat. Nah, di radio kemarin itu disebutkan dengan sikap sempurna (entah UU yang tahun berapa yang dibahas, karena beda ya.. dari bahasanya seperti UU yang dulu-dulu banget).

Tentang improvisasi-improvisasi?
Edo Kondologit menyanyikan dengan sedikit improvisasi dan ada nada-nada yang berubah, tapi secara feel, tidak ada yang berubah.. tetap khidmat dan saya yang mendengarnya juga merasa sangat terharu.. begitu menyentuh.
Kalau yang irama cadut?
Hmm, entahlah.. sepertinya sih irama tersebut tidak cocok untuk diaplikasikan ke dalam sebuah lagu kebangsaan. Jadi saya sendiri berpendapat.. TIDAK untuk improvisasi seperti ini.
Kalau yang hip hop?
Hmm, katanya dibikin jadi lagu latar orang nge-rap. Hmm, ya ga cocok juga.. TIDAK juga untuk improvisasi seperi ini?
Kalau yang instrumen gitar dari gitaris Gun N Roses?
Hmm, sebenernya kalau mendengar petikan gitarnya saja (di mana saya sangat tergila-gila dengan petikan senar gitar), saya malah suka.. dan tidak masalah dengan itu. Hanya saja perlu diperhatikan kondisinya, apakah lagu kebangsaan kita dilecehkan? Jadi, ini masih daerah abu-abu deh..

Ya, lagu kebangsaan itu identitas negara kita, sama seperti kita tidak ingin nama kita yang adalah identitas kita diubah-ubah untuk menjadi ejekan atau diubah jadi jelek ya kita juga harus memperlakukan lagu kebangsaan kita begitu juga.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Gubbare

Gubbare.. rasanya dulu pernah nulis ini deh atau masuk draft.. ya intinya emang udah niatan untk menulis tentang ini.

Karena memfoto ini saat acara 17 Agustus 2013 lalu, lalu menguploadnya ke twitter sambil mikir hmm, masukkin caption apa ya..
setelah dilebihhijaukan
 
hooo.. Gubbare ajah.

Jadi inget cerita Gubbare, satu dari 10 cerita yang ada di film India Dus Kahaniyaan (10 stories). Gubbare sendiri artinya Balon.
Jadi ada sepasang suami istri yang sedang dalam perjalanan dengan bus. Si suami (namanya Dev, nama istrinya lupa..) menyimpan keranjang berisi makanan di bawah kursinya, tapi kadang keranjang itu kena ke kakinya, jadi ditendang deh keranjang itu supaya ga ganggu kakinya. Sang istri kesal, "Dev, itu makanan jangan ditendang-tendang." Kata sang suami, "Makanannya kan di dalam tempat makan dan tempat makan di dalam keranjang." -jadi kan bukan nendang makanannya langsung gitu- sambil meneruskan keasyikannya membaca buku.

Si istri kesal dan akhirnya pindah tempat duduk dekat dengan seorang bapak yang membawa sebuah balon warna merah. Si bapak ini dimainkan oleh Nana Patekar.
Si bapak mengajak ngobrol (ya kira-kira beginilah dialognya)
Saya sama istri saya juga sering berantem.. ya kalian itu deh..
Oh iya? hal-hal sepele begitu ya pak?
Iya, kami pernah berantem begini-begitu-begini-begitu
Tapi kalau kami udah ga marah lagi, pengen baekan kan tuh, nah kalau kami mau baekan, kami punya cara kami masing-masing.
Dia suka masakin masakan kesukaan saya dan ada kartu dengan tulisan "Sorry"
Kalau saya suka kasih dia balon
Kami pernah berantem sampe ga saling ngomong lama..
Hmm, bapak bawa balon nih, untuk istri bapak?
Iya, untuk istri saya..
Eh, saya sudah sampe, saya turun ya..

Lalu si wanita itu ikutan turun dari bis (bisnya kebetulan memang lagi transit) dan ngikutin si bapak yang dengan sumringah bawa balonnya.. Ternyata si bapak itu berjalan ke makam istrinya.

Wanita itu dan juga saya terperangah, makanya juga cerita Gubbare ini berkesan banget.

Akhirnya sang wanita kembali ke bis dan duduk di samping suaminya sambil dirangkul.

Ya begitulah.. jangan sampai kita harus kehilangan dulu deh..



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Apa-Bagaimana-Siapa

17 Agustus 2013 yang lalu, di hari kemerdekaan kita ini, berkumpulah kami jemaat-jemaat di suatu tempat outdoor. Salah satu acara yang diadakan adalah sharing dari the inspirational chef, pemenang MasterChef Indonesia Season 2, Chef Desi.

Chef Desi membuka sharingnya dengan mengatakan ada 3 pertanyaan penting yang sering dia tanyakan pada dirinya, juga pada orang-orang. Tiga pertanyaan inilah juga inti dari sharingnya.

Saya mau jadi APA?
APA disitu maksudnya penekanan untuk kata "apa" bukan "Apoteker Penanggung jawab Apotek" ya :P

Kenapa kita perlu bertanya hal itu pada diri kita sendiri?
Karena, kita perlu mengetahui tujuan kita. Kalau kita sudah tahu mau jadi apa kita pasti akan berjuang untuk tujuan itu. 
Banyak orang yang bilang, "Ah, sudahlah mengalir saja seperti air." Chef Desi mengingatkan, 
"Ingat, air itu selalu mengalir ke tempat yang rendah dan tempat yang rendah itu kubangan, kotor, berpenyakit"
Ingat, kita itu punya potensi dan potensi kita itu tidak dibatasi apapun, bahkan umur sekalipun. Ada kok orang yang sukses saat dia memulai mengasah potensinya saat umurnya sudah tidak muda lagi.
Saat kita tidak tahu tujuan kita apa, kita mematikan potensi kita, Yohanes 10:10a akan digenapi, 
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan 
(Yohanes 10:10a)

Waktu kita dicuri, membunuh potensi kita, dan membinasakan kesempatan kita untuk berdampak dibinasakan.
Oiya, ingat juga.. tidak ada aspek yang tidak rohani dalam hidup kita.. semuanya rohani, tempat kerja kita adalah ladang pelayanan kita.

Baiklah, jadi untuk saya,
Dulu saya tidak punya cita-cita yang jelas, kuliah (yang biasanya sudah mendekati dengan "apa" itu) ya mengikuti orang tua saja. Semakin ke sini, semakin jelas sih passion saya apa, potensi apa, yang pasti masih sangat suka dengan mengajar (syarat dan kondisi berlaku), menganalisis (ya analisis zat kimia di obat, tanaman, dsb juga bisa analisis film seperti di post yang ini wkwkwk), dokumentasi (salah satunya nih nulis di blog ini), teratur-sistematis-perfeksionis (melankolis pisan lah). Jadi, kalau semua aspek itu diterapkan ke keseharian saya.. jadinya.. ya saya tahu saya mau jadi apa.

BAGAIMANA saya ingin diingat?
Chef Desi mengutarakan cara dia ingin diingat dengan membuat suatu permainan dengan bentuk konvensional, yaitu board game, bukan permainan elektronik yang sekarang sedang marak-maraknya. Dia mengungkapkan bahwa anak-anak zaman sekarang itu cenderung memiliki "lazy eyes", anak-anak sekarang mainnya di gadget sehingga matanya cenderung malas, tidak bisa fokus ke jarak-jarak jauh.
Jadi, dia ingin berkontribusi dengan membuat sebuah permainan konvensional dan karena dia seorang chef, temanya adalah memasak.

Jawaban saya:
Hmm, orang yang hebat wwkwkwkw. 
Belum tahu juga, masih abstrak.. yang pasti ga mau diinget sebagai orang yang jelek kelakuannya.

SIAPA pendukung saya?
Saat Chef Desi mengikuti kontes MasterChef itu, ternyata dia sering merasa ingin menyerah tapi akhirnya dia tetap bertahan dan akhirnya menang. Bagi dia, inilah pendukung-pendukungnya:
Firman Tuhan. Setiap masuk galeri, Chef Desi deg-degan dan yang bisa dia lakukan itu confessing Firman Tuhan, ingat janji-janji Tuhan. 
Keluarga
Keluarga rohani
Mentor rohani

Jawaban saya:
Firman Tuhan juga.
Keluarga juga
Keluarga rohani juga


Bagaimana?
Apa jawaban-jawabanmu?


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Chennai Express -secara geografi-

Setelah kemarin bercerita tentang filmnya, sekarang tiba-tiba mau nulis tentang segi geografinya. Hahaha.. Jadi kan tempat Rahul dan Meenama turun dari kereta itu di air terjun keren yang namanya adalah Dudshagar Falls dan kata wikipedia tempatnya di Goa jadinya ga pas aja di logika.. hahaha..

Pertama, peta Indianya (dari mapsofindia.com) dulu deh.. Rahul di Mumbai, berencana ke Goa yang harusnya ke Rameshwaram (ada di ujung pantai yang nyambung ke Sri Lanka).



Lalu rute kereta Chennai Express (diambil dari sini: http://peterstereoscopy.blogspot.com/2010/08/tribute-to-chennai-express-mumbai-to.html foto-fotonya keren bow)
 

Keretanya mulai dari Mumbai (OK sip, sesuai karena ceritanya Rahul itu dari Mumbai), dan kata sang nenek ga lewat ke Rameshwaram dan memang tidak. Berdasarkan blog yang tadi juga.. perjalanan Mumbai-Chennai dengan Chennai express itu sekitar 23,5 jam dengan jarak sekitar 1250 km. Yang jelas, seharusnya kereta Chennai Express itu ga lewat Goa. hahahaha.. Jadi, adegan yang di air terjun dudshagar itu.. yaa... skenario saja.

Desanya Meenama itu Komban, waktu googling sih nemu Komban Kulam yang letaknya ada di Tamil Nadu. Waktu Rahul hanyut itu dia sampai ke perairan internasional India-Sri Lanka, harusnya Komban itu deket pantai ya.. Ya agak masuk akal lah..

Dari daerah sekitar Komban, nyetir ke Rameshwaram ya agak masuk akal juga.. hahaha.

Baiklah sekian penasaranannya.. :P


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Chennai Express

Jadi, ceritanya hari ini tuh reunian HPLC. Yeay. Reunian ini diisi dengan nonton bareng film Shah Rukh Khan yang baru yaitu...


Filmnya lucu dan ada beberapa nostalgic things.. karena di film ini ada adegan, kata-kata dari film-film SRK terdahulu. Akan ada spoiler di sini tentu saja..

Chennai Express adalah nama kereta api yang dinaiki Rahul (SRK) untuk mengelabui neneknya. Seharusnya dia ke Rameswaram untuk menebar abu kakeknya, tapi dia malah niatan kabur ke Goa dan menebar abu kakeknya di sana karena intinya sungai di Goa akan mengalir ke Rameswaram juga -_-". Di kereta inilah dimulai cerita pentingnya.

Eaaaaaa, munculah adegan ini diiringi instrumen lagu "Tujhe dekha to ye jaana sanam" *sambil berharap ada lagu kuch kuch hota hai tapi ga ada.. hahaha"

Adegan itu adalah adegan Raj (SRK) dan Simran (Kajol) bertemu di Dilwale Dulhania Le Jayenge. Hahahaha..
Setelah berhasil mengangkat sang gadis ke atas kereta, Rahul bilang gini,
"Tenang, saya pernah kok melakukan hal ini" 
wkwkwkwkwkwkwkwkkww... Oh yeah!

Adegan lucu berikutnya adalah di kala Rahul menggoda si gadis yang akhirnya diketahui bernama Meena (tapi dipanggil Meenama) dengan lagu "Tujhe dekha to ye jaana sanam" itu. Dikira, si gadis itu ga ngerti Hindi. Eh ternyata dia ngerti Hindi.. hahahahaha...

Meenama ternyata sedang diculik, jadi dia berkomunikasi dengan Rahul dengan lagu karena kebetulan yang nyulik dia ga ngerti Hindi. wkwkwkwkkwkwkwkw.. Jadi, dimulailah tradisi film India yang nyanyi-nyanyi itu di sini. Tapi ga pake joget hahaha. Intinya, Meenama mau pinjem HP nya Rahul yang Lumia 920 itu... Karena filmya disponsorin Nokia Lumia, Rahul pake acara promosi segala nyebutin fitur-fiturnya dan juga harga.. 34.249 Rs saja (setara Rp. 5.805.345,75 hahahahahaha).

Meenama akhirnya cerita juga kalau dia itu putri dari seorang Godfather.. dan dia lagi kabur dari kampungnya karena dia disuruh nikah dengan Tenggabali yang adalah anaknya teman papanya (kata dia: Appaka friendka beta).

Akhirnya para penculik menarik rem darurat karena mereka sudah sampai di kampung mereka. kata Meenama narik rem darurat untuk turun itu hal yang biasa.
Di situlah mereka turun. Btw, nama air terjunnya Dudhsagar Falls (ada di Goa -_-")

Rahul akhirnya ditantang Tenggabali, karena Rahul takut, dia malah nyanyi-nyanyi, joget dan mabuk dan menghancurkan rencana kabur yang udah disusun Meenama. Dalam keadaan mabuk dia ditolong oleh polisi setempat. Waktu bangun ternyata dia ada di laut lepas.. Jadi, dia itu tidur di dalam kapal. Naasnya, kapal itu kapal penyelundup. Jadi deh si abang Rahul itu dianggap penyelundup juga sama polisi yang tiba-tiba muncul di sana. Pas ditanya, mana paspor? ya ga bisa ngasih liat..dan abang Rahul itu ngomong gini:
"My name is Rahul and I'm not a terrorist"
hahahahahahahahhahahahhaha..

Karena Rahul ga bisa buktiin dia orang India atau orang Sri Lanka, dia dibalikin ke kampungnya Meenama dan ya udah mulai lagi deh acara kabur-kaburannya.

Intinya lagi, mereka berhasil kabur dan masuk ke desa yang orangnya baik-baik banget lah. Mereka dapat tempat tinggal segala macem. Mereka ngakunya kawin lari.. secara si Meenama itu anak Godfather, kabar mereka kabur itu udah kedengeran lah kemana-mana. Okelah, yang mau dikasi liat adalah adegan tradisi di desa itu. Pengantin baru itu harus naik ke kuil, di mana suami menggendong istrinya sampe kuil.
300 anak tangga saja

Setelah sampe atas, dibilanglah kalau pengantin yang berhasil menyelesaikan ritual itu akan bersama selama 7 kehidupan, dan berarti juga sang suami akan menjaga sang istri selamanya.. 

Eh, pas diliat Meenama belum pakai kumkum (si serbuk merah di belahan rambut yang menandakan wanita yang sudah menikah), Rahul disuruh pasangin. Ya sudah, sejak itu Meenama eh jatuh cinta.. hahahhaa..


Hmmm, ada lagi ga ya yang berkesan? sepertinya sudah tidak ada lagi.. hahahaha.. sisanya ya ditonton saj, yang pasti selain cerita cinta-cintaan dan lucu-lucuan, ada action juga.. kejar-kejaran mobil, motor, dan berantem-beranteman..


Don't underestimate the power of common man :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments