Indonesia Raya

Kemarin pagi, dalam perjalanan menuju ibukota, seperti biasa akan ditemani dengan bincang-bincang pagi di radio yang diputar di mobil sewaan kantor.
Topik pagi itu tentang lagu Indonesia Raya. Ceritanya salah satu penyiar itu waktu tanggal 17 Agustus pergi ke toko-toko, mau belanja dan ada toko yang memutar lagu Indonesia Raya dengan irama cadut (cadut apaan ya? sesuatu dangdut kayanya). Jadi dia berpikir, "loh emangnya lagu Indonesia Raya boleh ya dibuat seperti ini??"

Akhirnya, beberapa versi lagu Indonesia Raya dibahas, mulai dari yang irama cadut itu, versi lantunan Edo Kondologit dalam acara 100 tahun kebangkitan nasional, versi gitar dari gitaris Gun N Roses, dan versi hip hop. Lalu, yang menjadi standar dalam hal ini adalah Undang-Undang. Ya, agak-agak samar mengingat tentang hal ini.. intinya ada Undang-Undang yang memuat hal-hal tentang lagu kebangsaan kita ini. Yang saya temukan adalah UU NO. 24 tahun 2009.
Dalam UU tersebut dijelaskan cara menyanyikan lagu kebangsaan kita, lengkap deh. Di UU tersebut ditcantumkan sikap saat menyanyikan lagu Indonesia Raya yaitu berdiri tegak dengan sikap hormat. Nah, di radio kemarin itu disebutkan dengan sikap sempurna (entah UU yang tahun berapa yang dibahas, karena beda ya.. dari bahasanya seperti UU yang dulu-dulu banget).

Tentang improvisasi-improvisasi?
Edo Kondologit menyanyikan dengan sedikit improvisasi dan ada nada-nada yang berubah, tapi secara feel, tidak ada yang berubah.. tetap khidmat dan saya yang mendengarnya juga merasa sangat terharu.. begitu menyentuh.
Kalau yang irama cadut?
Hmm, entahlah.. sepertinya sih irama tersebut tidak cocok untuk diaplikasikan ke dalam sebuah lagu kebangsaan. Jadi saya sendiri berpendapat.. TIDAK untuk improvisasi seperti ini.
Kalau yang hip hop?
Hmm, katanya dibikin jadi lagu latar orang nge-rap. Hmm, ya ga cocok juga.. TIDAK juga untuk improvisasi seperi ini?
Kalau yang instrumen gitar dari gitaris Gun N Roses?
Hmm, sebenernya kalau mendengar petikan gitarnya saja (di mana saya sangat tergila-gila dengan petikan senar gitar), saya malah suka.. dan tidak masalah dengan itu. Hanya saja perlu diperhatikan kondisinya, apakah lagu kebangsaan kita dilecehkan? Jadi, ini masih daerah abu-abu deh..

Ya, lagu kebangsaan itu identitas negara kita, sama seperti kita tidak ingin nama kita yang adalah identitas kita diubah-ubah untuk menjadi ejekan atau diubah jadi jelek ya kita juga harus memperlakukan lagu kebangsaan kita begitu juga.




Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)