The Miracle of Working with Passion!

Di hari pertama di bulan Januari, di tahun 2014.. ingin menulis sesuatu dan akhirnya topik yang terpilih adalah.. PEKERJAAN.
 
Januari 2014.
Semuanya dimulai dari awal.
Itulah mengapa rasanya ingin segera memulai lembaran yang baru.
Begitu juga dengan pekerjaan. Rasanya ingin memulai lembaran yang baru..
Bukan berarti ingin pindah kerja. Saya masih betah di tempat kerja saat ini.. Hanya saja butuh semangat tambahan.
Bukan berarti semangatnya berkurang, hanya saja di 2014 ini diperlukan semangat yang lebih.

The Miracle of Working with Passion! 
Judul sebuah buku yang dihadiahkan pada saya beberapa bulan lalu, sebagai buku kedua yang saya peroleh di tahun 2013 lalu.
Tidak pernah mengira akan mendapatkan 2 kali, karena menurut saya skemanya dirancang agar setiap orang kebagian :P

Sejak hari pertama bekerja, saya merasa saya bekerja dengan passion, walau passion saya adalah mengajar. Ya, mengajar bukan meneliti :P
Mengajar, masih sering saya lakukan di tempat saya bekerja, bahkan saya dijuluki sebagai "dosen pembimbing" untuk salah seorang rekan.
Tempat kerja saya bukanlah dunia pendidikan, tapi siapa yang bilang mengajar itu harus di dunia pendidikan saja? I don't have to teach in a classroom.
 
Jadi, cara kerja saya adalah bekerja untuk mengajar
Pernah saya tuliskan bahwa cara belajar yang terbaik untuk saya adalah untuk mengajar, karena jika tujuannya adalah untuk mengajar, saya merasa harus tahu semua aspek terkait.
 
Merasa harus tahu semua aspek ini kadang disebut "kepo" dan guyonan khas tempat kerja saya, 
Kalau ga kepo ga bisa jadi scientist
Ke-kepo-an ini penting, ya penting untuk memiliki sebuah informasi yang komprehensif.
Komprehensif. Saya memiliki pengalaman berharga dengan kata satu ini, komprehensif, yang berkaitan dengan dunia kerja saat ini.. Ya, UJIAN KOMPREHENSIF yang saya alami dengan nama UJIAN APOTEKER.
Saya tidak tahu seperti apa ujian komprehensif di tempat lain, tapi yang saya tahu dalam ujian apoteker yang saya alami, saya diminta untuk berpikir komprehensif. Di mana saya mendapatkan soal yang harus dibedah dari sisi regulasi, farmakologi, formulasi, dan analisis. Dalam menentukan status hukum dari obat yang ditugaskan pada saya, saya harus melihat bentuk formulanya, efek farmakologi tujuannya apa. Dalam menentukan bentuk zat yang digunakan dalam formula saya harus melihat sifat kimia dari zat tersebut dan efek farmakologinya. Semuanya saling berkaitan. Benar-benar komprehensif. Sayangnya, dan lucunya.. ujian apoteker itu diperiksanya terkotak-kotak... jadi bagaimana penilai bisa menilai pikiran yang komprehensif dari saya ya? Yang penting akhirnya lulus :D
 
Pemikiran yang komprehensif ini jugalah yang saya terapkan dalam cara saya bekerja. Jadi, katanya di tempat saya bekerja itu orang-orang itu hanya peduli dengan project-nya saja. Well, not with me, if I can, I want to know everyone's project. Yup, orang pun mengakui.. kecuali saya, saya sangat kepo dengan project orang lain. Yah, tapi bisa dilihat juga ke-kepo-an ini untuk membantu mereka juga. Alhasil dengan ke-kepo-an yang digabungkan dengan passion membuat saya mendapatkan buku The Miracle of Working with Passion!.
 
Awalnya saya mendapat buku ini (baru baca judulnya), yah ini sih ga perlu lah.. kan selama ini udah bekerja dengan passion.. untuk apa baca buku ini. Tapi akhirnya dibuka juga buku itu dan menemukan nama seseorang yang saya kenal dan memang pengalamannya W.O.W banget dah. Lembar demi lembar dibaca dan malah tersenyum-senyum dan tertawa.. karena "Iya, ini gua bangettsss."
 
Pembacaan terhenti di suatu bagian di mana pernyataannya menohok sekali. Ya, saya memang bekerja dengan penuh gairah, tapi.. ada yang sulit dikalahkan dalam hal itu.. untungnya buku ini mengingatkan saya agar tidak lupa dengan satu hal itu. 
 
Kadang meminta, 
Tuhan kurangkanlah apa yang saya miliki saat ini.
Sangat ga rohani banget.. udah dikasih talenta ya harus dikembangkan bukan dipendam apalagi minta dikurangin.. Buku ini saya rasa sebagai penguatan untuk saya untuk apa yang sudah saya buat dan juga sebagai alat untuk menguatkan teguran yang satu itu. Melalui beberapa masa barulah hal tersebut dapat dikalahkan.. Hal itu dikalahkan dengan Firman Tuhan yang ini:
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. (Luk 17:10)
Di 2014 ini, sisa-sisa pekerjaan di 2013 harus dilanjutkan, dengan dimulainya lembaran baru bukan berarti sisa-sisa itu lenyap.. Suasana kerja mungkin berubah, tantangan mungkin bertambah tapi harus tetap memberikan kinerja terbaik.

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 1 Pet 5:7 


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

1 comments:

Anggriawan Sugianto said... Reply

Semoga suatu saat nanti bisa mengajar kembali di kelas. Jadi dosen di ITB mungkin ;-)

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)