Catatan

Zaman SMU dulu, seorang guru sangat menekankan pentingnya catatan. Beliau berkata:
Catatan seburam apapun lebih baik daripada ingatan.

Saat sekolah dulu saya selalu punya catatan pelajaran-pelajaran saya. Bahkan, catatan matematika dan fisika zaman SMU dulu tidak tega saya buang. Dulu sih saya selalu berpikir nanti akan dipakai untuk mengajar adik saya karena catatan adik saya pasti tidak lengkap. Hahahahhaa. Tapi sampai sekarang, seingat saya, saya belum membuang catatan matematika dan fisika saya.

Bekerja di perusahaan yang sudah menerapkan GxP (Good something Practice), yang ditekankan adalah dokumentasi. Harus ada catatan mengenai ini dan itu. Inilah prinsip dokumentasi di GxP:
Do what you write, write what you do.

Nah, tapi catatan yang ingin saya bahas hari ini bukanlah catatan sekolah atau kuliah saya atau pekerjaan saya.. Tapi catatan kehidupan, alias diary, untuk saya alias blog ini.

Ya, saya menuliskan beberapa hal yang terjadi dalam hidup saya dalam blog ini. Beberapa hari ini kejadian-kejadian di masa lalu datang kembali dengan wujud yang lain. Saya secara sadar melakukan hal yang sama seperti dulu. Tetapi, ada hal spesifik yang ternyata saya lakukan dulu yang belum saya lakukan sekarang. Melihat tulisan saya beberapa tahun lalu........ Dulu saya sudah melakukan hal yang tepat, mengapa sekarang tidak melakukan hal yang sama?

Oleh karena itu, catatan hari ini bertujuan mengingatkan Grace di masa mendatang bahwa:
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
(Ibrani 13:8)
 




Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)