Siapa yang terpenting?

Judul renungan harian yang saya baca tanggal 24 Februari silam.
Pada hari itu saya sudah bertekad untuk menuliskan apa yang saya dapat setelah membacanya.. namun karena satu dan lain hal, hal itu tertunda hingga hari ini, memang berniat membuka dan blog dan setelah mendengar suatu cerita yang menyedihkan.

Kita sudah sering mendengar mengenai analogi yang digunakan Paulus untuk menggambarkan Gereja. Paulus menggunakan analogi tubuh. Tubuh itu terdiri dari berbagai organ tubuh yang fungsinya berbeda-beda. Ilustrasi pada renungan hari itu adalah rencana penghukuman pada perut dari tangan dan mulut. Tangan dan mulut merasa sudah berlelah-lelah dalam proses makan, sedangkan perut hanya bisa menerima enaknya saja. Tangan dan mulut akhirnya mogok makan! Alhasil, mereka juga yang lemas.. Barulah mereka tersadar ternyata perut itu juga berguna.

Organ yang satu tidak boleh mengatakan pada organ yang lain, "Saya ga butuh kamu". Karena kita satu kesatuan, kita itu terikat pada satu sistem hidup yang sama sebagai organisme. Malah organ yang paling lemah yang harus dilindungi, lebih diperhatikan dan organ yang lemah itu justru organ yang terpenting.

Baiklah, sekarang tahap refleksi...
Saya sebuah organ.. saya sering berpikir mengenai organ lain, "Kamu kerjanya apa sih?".
Organ lain tersebut terlihat lemah.. ya padahal organ terpenting.
Jadi, saya sebagai organ yang katanya lebih kuat sudah wajib untuk menopang organ yang terlihat lemah itu.
 
Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. 1 Korintus 12:26
 
Refleksi kedua..
Saya sebuah organ, kadang kerjaan organ lain saya bantu.
Namun yang terjadi organ lain itu merasa saya sebagai gangguan.
Aneh ya.. padahal maksudnya adalah membantu atau menopang seperti keadaan di atas.
Ya, kembali lagi pada prinsip fungsi organ itu.
Kadang harus nrimo kalau ga semua organ bisa menerima jika ada organ lain yang datang membantu.
Padahal pusat instruksi (otak) yang memerintahkan.
 
Tubuh...
Satuan terkecilnya adalah sel.
Sel membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, organ membentuk sistem organ, sistem organ membentuk tubuh.

Tubuh...
Ada yang namanya komunikasi.. Semua mekanisme dalam tubuh kita terjadi lewat komunikasi.
Komunikasi itu penting. Komunikasi itu beragam, ya bergantung dengan kebutuhannya.
Informasi tentang rasa sakit, informasi tentang rasa panas, informasi tentang tekanan.. semuanya ada di kulit, tapi penanggung jawabnya berbeda, informasi yang dikirimkan juga beda. Nosiseptor.. si penanggung jawab akan rasa sakit.. Sepertinya menyakitkan sekali kerjanya ya.. mengirimkan sinyal sakit. Jika nosiseptor tidak ada di tubuh kita apa kita akan merasa lebih baik? Karena kita tidak merasakan sakit?
Bayangkan... kamu terkena benda tajam, jika nosiseptor tidak bekerja kamu akan terluka. Nosiseptor memberi informasi agar kamu segera menjauhi benda tajam itu.
 
Mungkin kita sering begitu, menganggap ah organ itu bisanya cuma nyakitin hati aja.
Ya, mungkin organ itu memang fungsinya seperti nosiseptor itu.. memberikan sinyal sakit untuk kebaikan kita.
 
Saya tidak tahu, saya tidak mengerti...
 
Tapi yang pasti, itu yang diperintahkan.
 
supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.  1 Korintus 12:25


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)