Pulkam, hari 3

Hari kedua berlalu, sampailah di hari ketiga..
Masih dibangunkan oleh HP dan kokokkan ayam yang kemudian dilanjutkan dengan tidur kembali..Akhirnya bangun jam 6 karena mama mau pergi ke pasar berburu bahan masakan yang memang diidam-idamkan. Ya udah deh sekalian liat juga dah.
Pasar.. pasar yang dimaksudkan ternyata adalah pasar tumpah, penjualnya ada di pinggir jalan tapi tidak jarang juga mengambil sebagian jalan, jadi.. ya angkot-angkot dan kendaraan lain susah lewat situ.
Di sini ukuran takaran yang digunakan adalah liter, untuk buah-buahan ya dijual perbuah. Liter yang dimaksud apa sama dengan 1000 cc, saya ga cek juga.. hahahahhaa.. Tapi yang pasti memang mereka menakarnya menggunakan wadah, bukan ditimbang.
Harga sayuran di sana ga mahal.. yang mahal di sana itu cuma bahan-bahan yang dikirim dari Jawa, mahal ongkos kirim. Terlebih lagi, untuk kebutuhan bumbu masak yang sering dipakai itu biasanya tanam sendiri. Perlu jahe? di rumah mah buka kulkas.. di sana.. ngorek tanah. Batang sayuran yang sekiranya bisa ditanam ya ditanam bukan dibuang setelah daunnya diambil. Ayam? tinggal berburu aja.. jadi kebanyakan orang-orang di sana memang pelihara ayam. Buah? tinggal ambil di pohon.. hahahahhaa.. 
Baiklah, lanjut.. setelah beres beli ini itu, pulang.. bingung pulangnya karena buta arah.. akhirnya ya naik aja angkot yang ke arah sebaliknya dari angkot yang dipakai untuk ke pasar itu.. Puji Tuhan sampai karena melihat ini, yang memang saya kenali ada di dekat rumah nenek.

Pulang, sampai di rumah.. pak Pendeta datang untuk mendoakan nenek saya. Firman yang dibagikan diambil dari Mazmur.
Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. 
(Mazmur 90:10)
Ya, nenek saya usianya sudah 80 lebih.. kemudian dilanjutkan dengan ayat ini,
"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku." 

(Mazmur 91:14-16)

Jika dilihat, Mazmur tersebut berurutan dan di Mazmur 90 berbicara bahwa manusia umurnya cukup sekian, tapi di Mazmur 91 berbicara Tuhan menjanjikan panjang umur. Apa rahasianya? hati yang melekat pada Tuhan.

Setelah prosesi doa, lanjut membantu persiapan masak-memasak. Karena besoknya adalah hari pulang, tidak lupa untuk melakukan online check-in dan memilih tempat duduk yang diinginkan.. hehehhee.. Setelah selesai membantu masak, lelah.. istirahat sejenak. Rumah sudah ramai dengan nyanyian-nyanyian.. ceritanya check sound.. disuruh nyanyi pula.. ya sudah menyanyi sedikit saja..

Beres-bereslah kami, dan sedikit ada hal yang ah.. sudahlah.
Acara kebaktian dimulai.. ibadah pengucapan syukur.. di sinilah kami sekeluarga besar menyanyikan ucapan syukur pada Tuhan.. Bless the Lord oh my soul, thank you Lord, thank you Lord. Di ibadah ini saya melihat, keluarga saya.. keluarga yang kenal Tuhan dari para leluhurnya. Punya nenek yang adalah pejuang dalam doa...Saya lahir di keluarga ini..

Setelah ibadah..biasa,, makan. Setelah makan.. biasa, bungkus makanan. Saya ngebungkusin makanan untuk orang lain ya.. bukan untuk diri sendiri.. Sudah biasa melakukannya..
Malam pun datang.. lelah dan sulit tidur karena masih pada nyanyi..tapi ternyata tidur juga hahahhaa..


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)