Di tanggal 27 ini

Sejak semalam sudah merencanakan akan mengerjakan apa pagi ini. Pagi ini dimulai dengan indahnya, melintasi lapangan basket dan berjalan dengan santai menikmati pagi.
Sayang sekali pagi saya yang indah dirusak oleh sebuah pertanyaan. Sebenarnya pertanyaannya adalah pertanyaan mudah, bahkan saya tidak perlu berpikir untuk menjawabnya. Malah, saya sudah berencana untuk menyampaikan hal tersebut sebelum ada pertanyaan itu. Hanya saja.. kekesalan saya sudah memuncak. Ya, saya luapkan semua kekesalan itu dengan emosi maksimum. Sebenarnya jika diingat-ingat lagi, saya tidak sebegitu kesalnya hingga harus mengeluarkan emosi maksimum.. Entah saja rasanya hanya ingin teriak-teriak dan ingin seisi dunia mengetahui kalau saya tidak suka dengan topik itu. Buktinya saya rasa "kesal" itu hilang begitu saja. Aneh.. Secara sadar saya tahu apa yang saya lakukan tidak baik dan mencoreng diri sendiri, tapi saya tetap tidak peduli. 
Pertanyaan tersebut saya jawab dengan akal sehat, bukan dengan emosi.. Respon yang benar-benar aneh untuk sebuah kejadian yang dibuka dengan emosi meledak-ledak itu.

Dengan kejadian ini, saya semakin melihat bahwa hanya saya yang berusaha. Ini lelah jendral. Lelah dan muak, tapi... saya tidak ingin ada orang lain merusak semua usaha saya yang susah payah diperjuangkan ini. Jadi, saya tidak akan membiarkan ada satu orangpun juga mengacaukannya. Keadaan yang kacau balau itu sudah saya atur sedemikian rupa sehingga menjadi hampir rapi, ada yang mau mengacaukannya? Akan saya lawan sekuat-kuatnya.

Hari ini kembali saya merasa bahwa, saya ini pengajar loh.. Walau saya bukan guru atau dosen, tapi saya ini berjiwa pengajar. Sebagai seorang pengajar, saya ingin orang yang saya ajar itu bukan hanya bisa mengerjakan soal karena ada rumus tetapi bisa mengerjakan soal karena mengerti.
Saya akan kembali lagi bersyukur dengan ujian apoteker saya yang tiga kali itu. Bersyukur bertemu dengan Pak AMM yang sangat menekankan pengertian. Bersyukur Pak AMM menekankan pengertian untuk menghadapi ujian apoteker. Jika beliau tidak pernah bertanya tentang perngertian ini itu, saya rasa saya tidak akan berpikir seperti itu hingga hari ini.

Baiklah.. masalah tersebut saya tinggalkan dan memasuki tahap lain di hari ini di mana benar-benar nostalgia pada zaman menjadi asprak. Topik itu, topik favorit saya walau bukan topik yang benar-benar saya kuasai. Munculah benda yang paling saya sukai dari topik ini. Mengenal benda ini lebih dekat dulu terjadi saat saya bermasalah dengan benda ini, tapi dengan masalah itu saya banyak belajar tentang benda ini. Angka ajaib itu dan ah.... ingin rasanya mengajar kembali.

Setelah terlewat setengah hari, barulah saya benar-benar mengerjakan apa yang harus saya kerjakan (yang sudah direncanakan itu). Sayang sekali, tidak tertarik untuk mengerjakannya.. Berat..

Akhirnya, tibalah saatnya main basket... Acara besar pada hari ini.. Ga, saya bukan pemain basket.. Hasilnya.. kalah.. hahahhaa.. Tapi walau kalah, saya senang. Lawan yang saya hadapi adalah pemain-pemain keren, rasanya senang bisa melawan mereka.. Walau tadi adalah tahap penyisihan, rasanya sudahdi final *lebay*. Senang, walau bukan pemain basket sudah memberikan yang terbaik.

Setelah main basket.. ya kembali mengerjakan yang masih tertunda.. Walau tidak maksimal.. ah ya sudahlah.. 

Besok? Ah sudahlah.. besok mempunyai kesusahannya sendiri. Semoga besok bisa lulus ujian masalahnya.




Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)