Scientist

Latar belakang pendidikan di bidang sains yang setiap hari praktikum itu, berkecimpung dalam dunia akademik sains, hingga menjadi seseorang yang bermimpi akan perbaikan pendidikan sains. Tapi ternyata hal itu harus ditinggalkan, beralih menjadi seorang peneliti, jauh dari dunia akademik yang sering dirindukan...

Seperti kata-kata yang sudah disiapkan untuk wawancara dulu.. mengajar tidak perlu dalam ruangan kelas. Begitu juga belajar, belajar tidak perlu dalam ruangan kelas. Sudah tidak tertarik untuk memperpanjang nama dengan beberapa huruf singkatan, hanya tertarik menambah huruf N dan Y saja di depan nama (eaaa hahahahah).

Meneliti.. bukan hal yang mudah dilakukan. Waktu dan mood adalah "pereaksi pembatas". Tantangan terbesar selama menjadi peneliti adalah tidak ada mata yang dapat melihat segala hal. Tidak seluruh hal dapat diamati, atau mata melihat hal yang salah. 

Air mata.. muncul saat waktu itu habis dan tidak ada lagi yang dapat dilakukan. Air mata di kala kesesakan, mengingatkan diri ini pada sosok yang tidak pernah pergi, yang selalu ada, yang selalu dapat diandalkan, yang merupakan sumber segala sesuatu.

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
Amsal 1:7

Kembali ke penelitian, sering sakit kepala atau malah menjadi besar kepala. Sakit kepala karena kurang ilmu, belajar dari mana saja, mengumpulkan informasi ini dan itu. Besar kepala karena merasa mengetahui lebih banyak dari pada orang lain. Sakit kepala dan besar kepala.. lalu HANCUR.

Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Matius 23:12

Menjadi orang yang hilang kendali, hilang arah.. hanya satu obatnya.. merendahkan diri. Dengan pikiran baru, pikiran jernih..kembali melangkah.. Masalah tidak hilang, tapi teringat kembali akan air mata.. Air mata yang membawa pada sebuah permohonan yang sama.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
Yakobus 1:5


Mendengar hal-hal yang terjadi di dunia akademik yang telah ditinggalkan.. rasanya ingin kembali ke sana. Terasa sangat keren, "menguji seminar". Ya, bagaimana bisa menguji seminar kalau pengalaman penelitiannya tidak banyak cici? 
Anak-anak sulungku, mereka bermunculan lagi di hidupku setelah lama ditinggalkan. Meninggalkan bibit dan mempercayakan pada orang lain untuk merawatnya..
Merindukan semangat berkobar-kobar ketika mendidik mereka.. satu bulan ini mengeluarkan kemampuan itu lagi.. walau terkena kendala hancur itu.

Kerendahan hati dan hikmat.. kombinasi yang baik. Mengajar berdasarkan fakta dengan kerendahan hati dan penuh hikmat. Berasa lagi mau seminar lagi.. hahahahahhahaa.. 

Berasa baru selesai mengerjakan tugas akhir dengan hasil yang baik dan siap untuk dipresentasikan karena sudah ada bahan yang bisa diargumentasikan *kata-kata bapak*

Terima kasih sebesar-besarnya pada Tuhan Yesus Kristus yang mengizinkan hal ini terjadi, yang membuat satu tahun ini bukanlah waktu yang sia-sia..yang tidak pernah pergi walau sudah membandel, yang memberikan hikmat-Nya dengan sangat melimpah.

Terima kasih untuk doa dan dorongan dari teman-teman yang mungkin sudah kesal dengan kelakuan Scientist satu ini tapi tidak pernah henti-hentinya mendukung.

Kembali ke medan perang.. saat ini baru menyiapkan satu senjata.. perjalanan dan perjuangan masih panjang.

Semangat :)


Artikel Terkait



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)